Edit Content
Home › ,

Dishub Kutim Terapkan Pemantauan Real Time di Delapan Titik Persimpangan

ktmd - katamedia.co
Kamis, 27 Nov 2025 11:25 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengoperasikan penuh Area Traffic Control System (ATCS) sebagai upaya memperketat kendali arus lalu lintas di kawasan perkotaan.

Sistem berbasis pemantauan kamera ini kini bekerja sepanjang waktu di delapan simpang berlampu yang telah terintegrasi dengan pusat kendali Dishub.

Langkah ini menandai perubahan pola pengawasan lalu lintas di Kutim, sebab petugas kini dapat memantau kondisi jalan secara langsung dari Command Center.

Melalui jaringan kamera dan pengaturan sinyal otomatis, Dishub memperoleh ruang gerak lebih luas untuk merespons kepadatan maupun potensi pelanggaran di lapangan.

Baca juga  Program Pelatihan Camat Muara Wis untuk Pemuda, Strategi Cerdas Hadapi Pengangguran

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutim, Abdul Muis, menyatakan bahwa ATCS menjadi tonggak penting bagi peningkatan ketertiban berkendara.

Ia mengatakan bahwa seluruh simpang yang terpasang perangkat kini dapat dikendalikan secara terpusat, sehingga penanganan situasi lalu lintas bisa dilakukan tanpa menunggu petugas turun ke lokasi.

“Melalui sistem ini, petugas bisa melihat kondisi persimpangan secara langsung. Penyesuaian durasi lampu, penguraian antrean panjang, hingga tindak lanjut atas potensi pelanggaran dapat segera dilakukan,” tuturnya belum lama ini.

Adapun delapan titik yang saat ini terhubung dengan ATCS meliputi Simpang Telkom, Simpang Pendidikan, Simpang Margo, Simpang Karya Etam, Simpang APT Pranoto, serta beberapa simpang berlampu lain di pusat kota.

Baca juga  Swarga Bara Dorong Pengembangan Wisata Sungai

Muis menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ATCS menghabiskan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk kamera pemantau, sistem komunikasi data, perangkat server, hingga pembangunan ruang pengendali.

Menurutnya, belanja ini bersifat strategis karena memberi dampak langsung pada efisiensi manajemen lalu lintas.

Ia menambahkan bahwa keberadaan ATCS bukan sekadar perangkat penunjang, tetapi pondasi awal menuju sistem transportasi cerdas atau intelligent transportation system di Kutim. Dengan delapan titik yang telah aktif, Dishub memiliki kemampuan lebih baik untuk mengantisipasi berbagai dinamika di jalan raya.

Baca juga  Permudah Mobilitas Warga, Jembatan Sebulu Segera Dibangun

“Kita bisa mengamati kemunculan kemacetan mendadak, melihat insiden kecil, sampai menyupervisi kendaraan angkutan berat seperti truk galian C,” ucapnya.

Dishub Kutim menyiapkan rencana perluasan sistem ini ke sejumlah simpang baru yang akan dibangun dalam beberapa tahun ke depan.

Ekspansi tersebut diharapkan menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat dan memperbaiki kualitas keselamatan jalan.

“Targetnya adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertata dan modern,” kata Muis menutup penjelasan. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi