Usung Tema “Bikin Terang Indonesia”, JMSI Gelar UKW

ktmd - katamedia.co
Jumat, 2 Okt 2026 11:23 WITA
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh JMSI pada 30 September–1 Oktober 2026, di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh JMSI pada 30 September–1 Oktober 2026, di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta.

KATAMEDIA, JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi wartawan sekaligus memperkuat profesionalisme media di tengah perubahan ekosistem informasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama dua hari, 30 September–1 Oktober 2026, di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Mengusung tema “Bikin Terang Indonesia”, UKW tersebut diselenggarakan JMSI bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat. Sejumlah wartawan dari berbagai media mengikuti tahapan pengujian untuk jenjang UKW Muda dan UKW Madya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Wayan Sudane., jajaran penguji, panitia, serta peserta UKW.

Perwakilan penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, Replianto, menyampaikan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten. Ia menilai kelulusan UKW merupakan awal bagi wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan profesinya.

Baca juga  JMSI Kecam Keras Hilangnya Akun Instagram Hendri Satrio

“Hari ini kita semua para peserta UKW Muda dan UKW Madya kompeten, ini adalah langkah awal untuk jalan ke depan,” kata Replianto.

Sementara itu, perwakilan peserta UKW, Suroso, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada JMSI, Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, para penguji, dan panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian UKW.

“Terima kasih kepada trio penguji, JMSI, panitia penyelenggara. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadikan peserta semakin berkompeten,” ujar Suroso.

Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, membuka rangkaian kegiatan pada Rabu (30/9/2026) sekaligus menghadiri penutupan pada Kamis (1/10/2026). Dalam penutupan, Teguh menyampaikan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten setelah menyelesaikan seluruh tahapan pengujian.

“Selamat kepada peserta UKW yang sudah dinyatakan kompeten dan lulus. Semoga apa yang diterapkan oleh tim penguji selama dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk menjalankan tugas jurnalistik dalam mencerdaskan masyarakat,” ujar Teguh.

Baca juga  Deni Hakim Anwar Minta PUPR Bangun Drainase Terhubung dengan Kolam Retensi

Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan harus berjalan beriringan dengan profesionalisme perusahaan media. Keduanya dinilai menjadi unsur penting agar pers dapat menjalankan fungsi publik secara optimal.

“Mestinya, wartawan yang berkualitas dan media profesional ini dapat berjalan seiring, sehingga pers nasional kita benar-benar berkualitas dan mampu menyehatkan demokrasi, bukan sekadar memproduksi kebisingan,” kata Teguh.

Teguh juga menyoroti tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi digital, terutama meningkatnya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), menurutnya, turut membuat ruang informasi semakin kompleks.

Ia menyebut perkembangan AI telah menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional. Karena itu, perkembangan teknologi tersebut juga perlu diikuti dengan pembahasan mengenai aturan, tanggung jawab, dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga  SK Kepengurusan Terbit, JMSI Kaltim Fokus Bangun Kreativitas Media, Penguatan Organisasi dan Konsolidasi Daerah

Selain persoalan informasi, Teguh mengingatkan potensi penggunaan AI dan Internet of Things (IoT) dalam sektor strategis, termasuk kemungkinan sistem otomatis berperan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keamanan.

“Ada kekhawatiran jika suatu saat nanti keputusan untuk mendefinisikan ancaman dan menyatakan perang dikendalikan oleh sistem AI, hal itu bisa berakibat fatal,” ungkapnya.

Di tengah perubahan tersebut, Teguh mendorong wartawan untuk memperkuat kemampuan riset dan verifikasi. Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya mengikuti informasi yang muncul di permukaan atau berdasarkan apa yang sedang ramai di platform digital.

“Jika wartawannya rajin meriset, secara teoretis masyarakat akan selamat dari jebakan optik algoritma atau yang oleh Prof. Komaruddin disebut sebagai algo-sapiens,” jelasnya.

Pelaksanaan UKW JMSI ini juga turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya MIND ID dan Pertamina Patra Niaga.

Bagikan:
Berita Rekomendasi