Katamedia.co, BALIKPAPAN – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan mempercepat regenerasi internal dengan memberi ruang lebih besar kepada kader muda untuk menduduki posisi strategis dalam struktur kepengurusan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB guna mendorong modernisasi organisasi sekaligus menyiapkan estafet kepemimpinan politik di masa depan.
Ketua DPC PKB Balikpapan, Michael Adams, mengatakan penyusunan kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ranting menjadi salah satu agenda prioritas yang ditargetkan rampung tahun ini. Dalam proses tersebut, partai memprioritaskan kader berusia maksimal 35 tahun untuk mengisi posisi ketua ranting.
“Memang ada arahan dari partai untuk melakukan regenerasi. Kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan kami targetkan segera selesai, dan ketua-ketuanya diharapkan berasal dari kalangan muda, usia 35 tahun ke bawah,” ujar Michael Adams saat ditemui di Ruang Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Senin (27/7/2026).
Meski memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda, Michael menegaskan kader senior tetap memiliki peran penting dalam organisasi. Menurutnya, pengalaman para senior dibutuhkan untuk membimbing kader muda melalui Dewan Syuro maupun jajaran pengurus lainnya.
“Yang senior tetap dibutuhkan untuk membimbing. Tetapi yang muda harus diberi ruang memimpin karena mereka lebih dekat dengan perkembangan zaman dan memahami isu-isu yang dihadapi generasi sekarang,” katanya.
Michael mengungkapkan, PKB Balikpapan telah memiliki cukup banyak kader muda yang menunjukkan potensi pada Pemilu 2024. Meski belum seluruhnya berhasil meraih kursi legislatif, pengalaman tersebut dinilai menjadi modal berharga untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Ia menilai regenerasi tidak dapat ditunda karena mayoritas penduduk Balikpapan berada pada usia produktif.
“Kalau bicara usia di bawah 35 tahun, jumlahnya sangat dominan. Kalau partai tidak segera melakukan regenerasi, bagaimana kita bisa mengikuti perkembangan masyarakat dan kebutuhan anak muda,” ujarnya.
Menurut Michael, pola regenerasi serupa telah diterapkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Bahkan, di beberapa wilayah, kepemimpinan DPC PKB sudah didominasi kader yang berusia di bawah 35 tahun.
Dorong Keterlibatan Generasi Muda di Pilkada
Regenerasi yang dilakukan PKB tidak hanya menyasar struktur organisasi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kontestasi politik, termasuk pemilihan kepala daerah.
Michael menilai pengalaman tetap menjadi faktor penting bagi calon kepala daerah. Namun, posisi wakil kepala daerah dinilai sudah saatnya diisi figur muda yang mampu merepresentasikan aspirasi generasi baru.
“Minimal wakil wali kota berasal dari kalangan muda. Mereka lebih memahami kebutuhan generasi sekarang, mulai dari inovasi, teknologi hingga perkembangan sosial masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya berfokus pada dunia digital dan media sosial. Menurutnya, keterlibatan anak muda juga dibutuhkan di berbagai sektor strategis yang mendukung pembangunan daerah.
“Kita juga harus mendorong anak muda tetap produktif di sektor-sektor strategis seperti teknik, pertanian, perikanan, dan bidang lain yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan daerah,” katanya.
Media Diminta Beri Ruang bagi Figur Muda
Dalam kesempatan tersebut, Michael yang juga pernah berkiprah sebagai aktivis dan mantan wartawan mengajak media memberikan ruang lebih luas bagi tokoh-tokoh muda dari berbagai partai politik. Menurutnya, banyak politisi muda memiliki kapasitas dan gagasan yang baik, tetapi belum memperoleh eksposur yang memadai.
“Saya berharap teman-teman media ikut mengangkat figur-figur muda, bukan hanya dari PKB tetapi juga dari partai lain. Semakin banyak anak muda diberi ruang, semakin baik proses regenerasi politik kita,” ujarnya.
Ia menegaskan PKB berupaya membangun budaya politik yang mengedepankan gagasan, idealisme, dan pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata kekuatan modal. Michael menambahkan, banyak kader PKB berasal dari latar belakang sederhana, tetapi mampu berkembang berkat komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Legislatif Diminta Fokus Tingkatkan SDM
Selain mendorong regenerasi politik, Michael berharap anggota legislatif ke depan lebih memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diimbangi dengan investasi jangka panjang di bidang pendidikan.
“Kalau pemerintah fokus membangun infrastruktur, anggota dewan menurut saya harus lebih banyak memikirkan pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan harus menjadi perhatian utama karena itulah investasi masa depan,” pungkasnya.









