Komisi IV DPRD Samarinda Desak Disdikbud Petakan Kualitas Sekolah Berdasarkan Hasil TKA

ktmd - katamedia.co
Senin, 15 Jun 2026 07:01 WITA
Wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti/doc
Wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti/doc

KATAMEDIA, SAMARINDA – Capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Kota Samarinda yang berhasil melampaui rata-rata nasional mendapat apresiasi dari DPRD Kota Samarinda.

Kendati demikian, prestasi tersebut dinilai tidak boleh membuat pemerintah daerah mengabaikan berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi sejumlah sekolah.

Dalam kesempatan itu, wakil ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan data rata-rata nilai TKA belum cukup menggambarkan kondisi pendidikan secara menyeluruh.

Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) perlu menyajikan pemetaan berdasarkan sekolah maupun wilayah untuk mengetahui satuan pendidikan yang sudah maju maupun yang masih membutuhkan perhatian.

Baca juga  Ismail Latisi Dorong Seleksi Ketat dan Transparan di Sekolah Unggulan Internasional Loa Bakung

“Kalau hanya rata-rata, kita tidak tahu sekolah mana yang unggul dan sekolah mana yang masih tertinggal. Justru data itu penting untuk memetakan kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan,” Ungkap Puji sapaan karibnya. Senin (15/6/2026).

Puji juga mengaku bersyukur atas capaian akademik siswa Samarinda, namun dirinya menekankan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah kota.

“Bersyukur tentu saja karena nilainya bagus. Tetapi jangan sampai karena hasilnya baik lalu kita merasa semua persoalan pendidikan sudah selesai. Masih banyak yang harus dibenahi,” Ucap Puji

Baca juga  Darlis Sebut Pemprov dan Pemkab Harus Introspeksi soal Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Puji mengungkapkan pihaknya masih menerima laporan terkait ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan catatan yang diterimanya, sekitar seribu ruang kelas di Samarinda mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Selain itu, masih terdapat sekolah yang menghadapi persoalan atap rusak, plafon roboh, bangunan terdampak banjir, hingga akses jalan menuju sekolah yang belum memadai.

“Kita masih menemukan sekolah yang atapnya rusak, plafonnya roboh, bahkan ada yang terdampak banjir. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” Jelas Puji.

Baca juga  Transformasi Infrastruktur Loa Kulu dengan Dana Pembangunan Terbesar di Kukar

Karena itu, politisi dari partai Demokrat tersebut meminta Disdikbud tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mulai dari guru hingga kepala sekolah.

“Target kita bukan hanya sekolah yang aman, tetapi sekolah yang nyaman untuk anak-anak belajar. Itu yang harus diwujudkan secara merata di seluruh Samarinda,” Tutup Puji. (ADV)

Bagikan:
Berita Rekomendasi