Home ›

Hamas Yakinkan Kaltim Bisa Mandiri Pasokan Daging Sapi, dan Stop Ketergantungan dengan Luar Daerah

ktmd - katamedia.co
Selasa, 17 Jun 2025 07:58 WITA
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, saat diwawancarai oleh awak media.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, saat diwawancarai oleh awak media.

KATAMEDIA, SAMARINDA – Ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan daging sapi dari luar daerah menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Ia menilai kondisi ini harus segera ditangani melalui langkah-langkah strategis yang berfokus pada penguatan sektor peternakan lokal.

Daging sapi menjadi komoditas penting di Kalimantan Timur, tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tapi juga sebagai bahan baku utama bagi pelaku usaha kuliner.

Baca juga  Wujud Kepedulian, JMSI Kukar dan Balikpapan Bagikan Ratusan Paket Takjil

Ketersediaan yang bergantung pada daerah lain dinilai berisiko dalam jangka panjang.

“Pasokan daging sapi masih sangat bergantung dari luar. Kita perlu mulai memikirkan bagaimana mengurangi ketergantungan ini dengan mengembangkan peternakan sendiri,” kata Hasanuddin saat diwawancarai media, Selasa (17/6/2025).

Ia mengungkapkan, Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian dalam produksi daging sapi, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif.

Baca juga  DPRD Kaltim Siap Kawal Ketat Implementasi Program Prioritas Gubernur

Menurutnya, solusi ini bisa menjadi terobosan dalam efisiensi biaya sekaligus mendukung ekonomi lokal.

“Limbah dari kelapa sawit ternyata bisa diolah menjadi pakan sapi. Ini peluang yang harus kita maksimalkan,” ujarnya.

Hasanuddin juga menegaskan bahwa luasnya perkebunan sawit di Kaltim menjadi modal utama dalam mendorong pengembangan peternakan mandiri.

Dia berharap upaya ini tak hanya mengurangi ketergantungan impor, tapi juga memberikan nilai tambah bagi petani sawit di daerah.

Baca juga  Jahidin Sebut Anggota DPRD dan Wartawan Sama-sama Bisa Kena Hukum Jika Serang Pribadi Orang

“Kita punya lahan dan bahan baku. Tinggal kemauan dan kebijakan yang mendorong agar ini berjalan. Kalau dimaksimalkan, bukan tidak mungkin kita bisa swasembada daging,” tandas politisi Partai Golkar itu.

Upaya integrasi antara sektor perkebunan dan peternakan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan menciptakan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Bagikan:
Berita Rekomendasi