Home › ,

Pemkab Kutim dan UGM Bersinergi Atasi Sampah

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 06:51 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis dalam pengelolaan lingkungan dengan menjalin kerja sama bersama Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan tata kelola sampah dan keberlanjutan lingkungan di wilayah Kutim.

Kegiatan awal kerja sama ini ditandai dengan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar belum lama ini.

FGD ini dihadiri oleh perwakilan UGM, jajaran Pemkab Kutim, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah instansi terkait.

Baca juga  DPRD Minta Perusahaan Berperingkat Merah KLHK Segera Berbenah

Dalam sambutannya secara daring, Agus Prasetya dari PSPSDL UGM menyampaikan bahwa tujuan kerja sama ini lebih dari sekadar penelitian akademik.

“Kami ingin memastikan hasil studi ini bisa digunakan secara nyata oleh pemerintah daerah, sehingga membawa dampak langsung bagi masyarakat,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa tim UGM terdiri dari berbagai disiplin, termasuk teknik, lingkungan, antropologi, dan geologi, untuk menghasilkan kajian yang holistik.
Agus menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak di Kutim, terutama dalam menyediakan data dan informasi lapangan.

Baca juga  Jahidin Sebut Aset Pemprov Harus Digunakan untuk Kantor Pemerintahan, Bukan Dikuasai Oknum

“Keberhasilan kajian ini sangat bergantung pada keterbukaan pihak daerah. Data yang akurat akan membuat rekomendasi yang kami buat lebih relevan dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap kerja sama ini.

“Kolaborasi dengan UGM memberi kami perspektif baru dalam menangani masalah lingkungan. Data dan rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi dasar perbaikan kebijakan pengelolaan sampah di Kutim,” ujar Noviari.

Baca juga  Tahapan Ranperda RPJMD Tetap Berjalan Meski Tak Masuk Propemperda

Ia menambahkan bahwa kesuksesan program ini juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

FGD ini menandai awal rangkaian penelitian dan pendampingan teknis yang diharapkan berlanjut hingga menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di Kutai Timur.

Dengan dukungan akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Pemkab Kutim optimistis dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi