Home › ,

Upacara Hari Guru Nasional di Kutim Berlangsung Khidmat, Bupati Sampaikan Komitmen Pendidikan

ktmd - katamedia.co
Selasa, 25 Nov 2025 06:51 WITA

KATAMEDIA, Sangatta-Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di Kabupaten Kutai Timur berlangsung khidmat pada Selasa pagi, 25 November 2025. Lapangan Kantor Bupati Kutim menjadi pusat kegiatan, menghadirkan ratusan guru dari berbagai sekolah yang tersebar di wilayah tersebut.

Para pendidik sejak pagi telah berbaris rapi mengikuti upacara yang digelar pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi guru.

Jalannya upacara dikendalikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Irma Yuwinda, yang bertugas sebagai Perwira Upacara.

Di barisan komando, Kepala SMPN 3 Sangatta Utara, Daud Boru Patoding, memimpin peserta upacara sebagai Komandan Upacara.

Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dibawakan oleh Susi Eva Ningrum, guru SMPN 1 Sangatta Utara, yang menghadirkannya dengan intonasi mantap dan terukur.

Kehadiran Korsik dan Paduan Suara YPPSB membuat suasana upacara berjalan lebih ceremonial, sementara Pasukan Paskibraka Kutim menjadi bagian yang paling menyedot perhatian dengan prosesi pengibaran bendera yang berjalan tertib.

Baca juga  Pembangunan Pasar Teluk Pandan dan Bengalon Ditarget Rampung Desember

Deretan tamu undangan turut memenuhi lokasi, mulai dari Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, hingga jajaran Forkopimda setempat.

Dalam amanatnya, Ardiansyah menyampaikan pesan penghargaan bagi seluruh guru yang selama ini bertugas di berbagai pelosok Kutim. Ia menyebut komitmen pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan secara berjenjang.

“Untuk para guru, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan nyata agar kualitas pendidikan semakin baik,” ujar Ardiansyah.
Ia kemudian mengurai sejumlah kebijakan yang tengah berjalan pada 2025.

Beasiswa bagi guru berpendidikan D IV dan S1 sebesar Rp3 juta per semester disediakan untuk mendukung kelanjutan studi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau.

Selain itu, rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi seperti Pendidikan Profesi Guru, pendalaman pembelajaran, konseling, kepemimpinan sekolah, coding, hingga pelatihan kecerdasan artifisial diberikan guna menyesuaikan kebutuhan pendidikan masa kini.

Di sisi kesejahteraan, pemerintah menyalurkan tunjangan sertifikasi bagi guru non-ASN sebesar dua juta rupiah per bulan, sementara guru ASN menerima tunjangan setara satu kali gaji pokok.

Baca juga  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Desa Loa Duri Ilir Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

Guru honorer mendapat insentif tambahan sebesar Rp300.000 setiap bulan. Seluruh penyaluran kini dilakukan langsung ke rekening pribadi, sistem yang dinilai lebih efisien dan transparan.

Ardiansyah menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak semata-mata menyangkut administratif, tetapi juga menyentuh aspek esensial profesi guru.

“Kebijakan ini kami ambil agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik profesional. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembimbing, motivator, dan penggerak peradaban,” tuturnya.

Ia juga menyinggung perubahan besar dalam dunia pendidikan yang kini dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Guru, menurutnya, menghadapi tantangan baru yang cukup kompleks, mulai dari tekanan sosial hingga tuntutan interaksi yang makin intens dengan orang tua murid. Ia mengajak seluruh pihak memahami beban kerja guru, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam proses pendidikan.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih menghargai jerih payah para guru. Jangan hanya menilai dari angka-angka. Orang tua punya peran pertama dalam pendidikan anak, dan guru hadir untuk melengkapi dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Baca juga  Dilanda Kegelapan, Camat Tenggarong Seberang Minta Penambahan LPJU

Di hadapan para siswa, Ardiansyah mengulang pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya karakter dan kedisiplinan.

“Belajarlah yang baik, cintai orang tua, hormati guru, rukun dengan teman, dan cintai tanah air,” katanya.

Selepas upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan Guru Berprestasi tingkat kabupaten. Penerima penghargaan mendapat apresiasi langsung dari Bupati di hadapan seluruh peserta upacara. Beberapa guru yang menerima penghargaan terlihat haru saat naik ke podium.

Acara kemudian bergeser ke penampilan kreatif dari guru-guru berprestasi. Seni tari dan musik dari siswa SMPN 1 Sangatta Utara turut meramaikan suasana.

Marching Band YPPSB menutup acara dengan penampilan energik, memadukan semangat perayaan dan penghormatan dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional 2025. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi