Edit Content
Home › ,

Sungai Sangatta Bergelora! 90 Atlet Ramaikan Turnamen Arung Jeram Kutim 2025

ktmd - katamedia.co
Kamis, 13 Nov 2025 08:30 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Sungai Sangatta yang terletak di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, kembali menjadi pusat perhatian. Pada Kamis, 13 November 2025, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Turnamen Arung Jeram Kutai Timur 2025 di lokasi tersebut.

Penyelenggaraan turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.

Sebanyak 90 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka terbagi dalam 24 tim, 18 tim putra dan 6 tim putri yang akan bersaing pada dua nomor perlombaan, Heat to Heat (H2H) dan Slalom R4.

Peserta datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Barat, hingga tuan rumah Kutai Timur.

Baca juga  Pengembangan Potensi Pertanian Modern di Kukar, Dispora Gelar Pelatihan untuk Pemuda

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menilai turnamen ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan ekonomi masyarakat sekitar sungai.

Ia mengingatkan kembali peran Kutai Timur saat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur pada 2018.

“Pada 2018, Kutai Timur menjadi tuan rumah Porprov, dan salah satu cabang yang saat itu cukup menonjol adalah arung jeram,” kata Ardiansyah.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata dalam menjaga eksistensi olahraga air di daerah yang memiliki banyak potensi sungai tersebut.

Ardiansyah juga menyoroti nilai ekonomi di balik kegiatan olahraga arus deras itu. Menurutnya, arung jeram tidak hanya memberi dampak pada sektor olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga  Produksi Beras Terbatas, Pemkab Kutim Susun Strategi Kemandirian Pangan

“Selain olahraga, ini potensi ekonomi kerakyatan. Warga sekitar lokasi bisa memanfaatkan peluang ini, baik untuk usaha kuliner, transportasi, maupun jasa wisata,” ujarnya.

Ia berharap turnamen serupa terus digelar agar masyarakat semakin mengenal potensi alam Kutai Timur sebagai destinasi wisata minat khusus.

“Kita perlu mengelola potensi sungai secara berkelanjutan. Dengan komunitas dan kegiatan rutin, arung jeram bisa menjadi bagian dari ekonomi rakyat yang tumbuh dari bawah,” kata dia.

Selain menghidupkan kembali kegiatan wisata air, Ardiansyah menegaskan bahwa olahraga merupakan sarana pembinaan karakter generasi muda.

Ia menyebutkan beberapa agenda olahraga lain yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun, seperti turnamen voli, futsal, dan sepak bola usia dini.

Baca juga  Seleksi Ketat Talenta Muda Kaltim Jadi Harapan Baru Kepemimpinan Daerah

“Melalui olahraga, kita membangun semangat, kedisiplinan, dan kebersamaan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua V Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur, Supiansyah, menilai turnamen arung jeram tahun ini memiliki arti strategis dalam proses pembinaan atlet daerah.

Dikatakannya, hasil dari turnamen tersebut akan menjadi dasar dalam seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur VIII di Kabupaten Paser pada 2026.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses seleksi atlet Kutai Timur untuk Porprov 2026. Kami ingin memastikan setiap cabang olahraga memiliki persiapan yang matang,” ujar Supiansyah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan ditetapkan sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi