KATAMEDIA, KUKAR – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, menyengat empati Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Menanggapi peristiwa duka yang merenggut korban jiwa serta menghanguskan 11 bangunan tersebut, Pemkab Kukar bergerak cepat memastikan penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana berjalan secara holistik.
Pemerintah daerah memberikan perhatian penuh, baik dari sisi bantuan medis, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kepastian masa depan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga terdampak.
Musibah yang menghanguskan pemukiman warga, rumah sewaan, hingga rumah singgah Kecamatan Tabang ini diperkirakan menimbulkan kerugian material mencapai Rp3 miliar.
Selain kerugian fisik, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam dengan jatuhnya korban jiwa anak-anak dan luka bakar serius pada sang ayah, HN, yang saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Aji Muhammad Parikesit.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut dan memastikan seluruh elemen pemerintah berkoordinasi erat mendampingi para korban.
“Kita berbela sungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, apalagi sampai merenggut korban jiwa,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Guna meringankan beban psikologis dan ekonomi warga, Pemkab Kukar menyiapkan langkah penanganan terstruktur. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan anak-anak korban kebakaran tidak kehilangan hak dan akses belajarnya.
Pemerintah daerah siap memfasilitasi penggantian seluruh perlengkapan sekolah yang hangus terbakar, mulai dari seragam, sepatu, hingga buku pelajaran. Langkah ini diambil agar aktivitas persekolahan anak-anak dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan biaya.
“Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” kata Aulia.
Peristiwa di Loa Ipuh ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Kukar untuk terus mengedukasi masyarakat tentang mitigasi dan pencegahan kebakaran di pemukiman padat. Pemerintah mengimbau warga agar senantiasa melakukan pemeriksaan mandiri terhadap potensi bahaya kelistrikan dan kompor dapur sebelum beristirahat atau bepergian.
Kesadaran kolektif warga dalam menjaga keamanan lingkungan rumah tangga dipandang sebagai benteng utama dalam mencegah timbulnya potensi bahaya kebakaran di masa mendatang.
Melalui kehadiran nyata dan penanganan terpadu ini, Pemkab Kukar berkomitmen untuk terus berdiri bersama warga terdampak, memulihkan kehidupan masyarakat, serta memperkuat kesiapsiagaan lingkungan dari ancaman bencana.
“Sebaiknya listrik yang ada di rumah itu dimatikan total sehingga tidak menimbulkan kemungkinan korsleting listrik di rumah-rumah kita,” tegasnya. (TA/ADV/Diskominfo Kukar).










