Home › ,

TP PKK Kutim Ingatkan Ancaman Fatherless dan Rapuhnya Komunikasi Keluarga

ktmd - katamedia.co
Senin, 24 Nov 2025 07:16 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Upaya memperkuat kembali fondasi keluarga di Kutai Timur mendapat perhatian khusus ketika Tim Penggerak PKK setempat menggelar seminar keluarga pada 24–25 November 2025 di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.

Bertepatan dengan Hari Ibu dan Hari Ayah, kegiatan ini diarahkan menjadi forum bersama untuk membahas peran orang tua di tengah tekanan sosial yang makin kompleks.

Sejak pagi, peserta dari berbagai instansi dan organisasi perempuan mulai memadati area acara. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman hadir bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, para kepala perangkat daerah, serta jajaran Dharma Wanita.

Untuk memperdalam materi pengasuhan, PKK menggandeng dua pemateri dari Wonderful Family Institute Yogyakarta, Cahyadi Taksriawan dan Ida Nur Laila.

Baca juga  Kutim Siapkan Strategi Pendidikan di Tengah Potensi Penurunan Dana Transfer

Di sesi pembuka, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah menyampaikan pandangannya mengenai berbagai persoalan keluarga yang kini banyak muncul di daerah tersebut.

Ia menilai meningkatnya kekerasan, perceraian, hingga fenomena fatherless merupakan tanda bahwa peran orang tua perlu ditata ulang agar berjalan lebih seimbang.

“Isu fatherless atau pengasuhan yang hanya diserahkan kepada ibu juga harus kita kelola. Padahal peran ayah sangat penting, sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita melalui sapaan, pelukan, dan kehadirannya,” ujar Siti Robiah.

Ia mengingatkan bahwa figur ayah tidak hanya berkaitan dengan relasi kepada anak, melainkan juga bagaimana ia memperlakukan pasangan.

“Seorang ayah bukan hanya peduli kepada anak, tetapi juga kepada ibu dari anak-anaknya,” katanya. Kehadiran kepala perangkat daerah dinilainya penting agar kesadaran mengenai peran ayah dapat mengalir hingga lingkup kerja masing-masing.

Baca juga  DPRD Kaltim Ingatkan Tambang Ramah Lingkungan Usai Segah Dilanda Banjir

Seminar semakin hidup ketika Bupati Ardiansyah Sulaiman menyanyikan dua lagu bertema keluarga, Ayah dan Hanya Rindu, sebelum menyampaikan sambutannya.

Momen tersebut membuat suasana ruangan berubah hening dan penuh empati, sebelum kemudian ia menyinggung persoalan yang menurutnya perlu segera ditangani bersama.

“Perselingkuhan, perceraian, bullying, kekerasan terhadap anak, hingga kekerasan seksual itu ada di sekitar kita. Hampir di semua kecamatan,” tegas Ardiansyah.

Ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomi dan komunikasi yang buruk sering kali menjadi akar dari berbagai kasus tersebut. Bupati meminta masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kekerasan atau perilaku yang membahayakan anak.

Baca juga  Ananda Emira Moeis Tegaskan APBD Kaltim Siap Dukung Sektor Pertanian

Menurutnya, pengasuhan yang berkualitas hanya mungkin tercapai bila kedua orang tua hadir dalam proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Ardiansyah mendorong agar kegiatan serupa diikuti secara berpasangan oleh suami dan istri. Pesan itu juga sejalan dengan tema besar seminar yang mengusung pentingnya sinergi ayah dan ibu dalam mewujudkan pengasuhan yang sehat.

Melalui seminar ini, PKK dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ingin menegaskan kembali komitmen memperkuat ketahanan keluarga sebagai landasan utama pembangunan sosial.

Dengan mendorong keselarasan peran ayah dan ibu, pemerintah daerah berharap generasi Kutim ke depan tumbuh lebih tangguh, terlindungi, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi