Edit Content
Home › ,

Subsidi Sembako Kutim Diperkuat untuk Bantu Masyarakat Kecamatan

ktmd - katamedia.co
Selasa, 18 Nov 2025 12:41 WITA

KATAMEDIA, Sangatta- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pelaksanaan program Pasar Murah yang kembali dijalankan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Program yang sudah berlangsung sejak 2022 ini dipandang sebagai salah satu langkah paling efektif untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, terutama di wilayah kecamatan yang kerap terdampak tingginya biaya distribusi.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Doni Erfiyadi, Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Ahli Muda Disperindag Kutim kepada awak media bberapa waktu lalu.

Ia menuturkan bahwa pasar murah menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menekan potensi lonjakan harga, sekaligus menghadirkan akses pangan yang lebih merata.

Baca juga  Bupati Kutim Motivasi Atlet PGRI Jelang Porseni Kaltim 2025

Dalam penjelasannya, Doni menyebutkan bahwa terdapat tujuh komoditas utama yang disediakan dalam kegiatan ini, di antaranya beras, gula, minyak goreng, mi instan, sarden, teh, serta susu kental manis. Pemilihan produk premium dilakukan karena mayoritas warga Kutim memiliki pola konsumsi serupa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami menyesuaikan jenis barang dengan kebutuhan warga. Banyak masyarakat Kutim memang lebih memilih produk berkualitas, jadi barang yang kami bawa pun mengikuti selera tersebut,” ujarnya.

Untuk menjaga agar dampaknya tetap terasa di tingkat lokal, Disperindag juga menggandeng pedagang setempat meskipun kegiatan ini turut melibatkan pihak ketiga. Skema subsidi yang diterapkan memungkinkan masyarakat membeli paket sembako senilai Rp300.000 dengan hanya membayar Rp100.000.

Baca juga  Kutim Siapkan Strategi Pendidikan di Tengah Potensi Penurunan Dana Transfer

Meski selalu disambut antusias, tahun 2025 pasar murah hanya dapat digelar sekali karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dilaksanakan dua kali.

“Kami sebenarnya ingin menggelar dua kali, tetapi tambahan anggarannya belum tersedia. Harapannya tahun depan bisa kembali seperti biasa,” kata Doni.

Tidak hanya menyasar pengendalian inflasi, program ini juga disinergikan dengan upaya penanganan stunting. Disperindag bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB untuk menyalurkan kupon melalui kecamatan, dengan prioritas penerima diarahkan kepada keluarga yang masuk dalam data stunting.

Baca juga  Andi Satya Dorong Percepatan Beasiswa Dokter Spesialis

Sepanjang 2025, setiap kecamatan mendapatkan jatah 2.331 paket sembako yang disalurkan dalam dua tahap. Proses verifikasi menggunakan KTP dan Kartu Keluarga dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penerimaan ganda.

Doni menegaskan bahwa pasar murah tetap menjadi program prioritas karena langsung bersinggungan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami ingin program ini memberi manfaat nyata. Pemerintah hadir untuk membantu warga menjaga daya beli, terutama menjelang hari besar,” tutupnya. (ADV/MR)

Bagikan:
Berita Rekomendasi