
KATAMEDIA, Sangatta- Desa Sepaso Timur di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, mulai menata langkah menuju layanan pemerintahan berbasis teknologi melalui sebuah rapat koordinasi yang digelar belum lama ini.
Pertemuan yang berlangsung di kantor desa itu menjadi ajang penyelarasan visi antara perangkat desa dan para ketua RT mengenai rencana besar digitalisasi tata kelola desa.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa membentangkan sejumlah program yang akan menjadi fokus transformasi digital. Penataan ulang sistem data kependudukan, integrasi informasi wilayah, peningkatan transparansi layanan publik, serta pemanfaatan kanal digital untuk publikasi kegiatan menjadi topik utama yang dijelaskan kepada peserta rapat.
Pemerintah desa menilai bahwa penguatan struktur data merupakan fondasi penting agar pelayanan ke masyarakat bisa berjalan sistematis.
Kepala Desa Sepaso Timur, Budhi Yulidar, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan bahwa digitalisasi bukan hanya langkah mengikuti tren, tetapi kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan desa.
Ia memaparkan bahwa masyarakat kini menghendaki proses layanan yang cepat, ringkas, dan mudah diakses.
Dalam arahannya, Budhi mengatakan bahwa perubahan sistem administrasi perlu didukung oleh seluruh unsur desa.
“Kita ingin pelayanan lebih jelas alurnya dan tidak menunggu lama. Teknologi memberi kita ruang untuk membenahi itu,” ucapnya di tengah rapat.
Salah satu agenda penting adalah penguatan peran ketua RT. Pemerintah desa berharap RT dapat menjadi penghubung utama dalam arus informasi antara warga dan sistem digital desa.
Mereka diharapkan menyuplai data terbaru terkait kondisi kependudukan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga potensi lingkungan. Keakuratan data tersebut akan menjadi dasar bagi desa dalam menyusun program dan mengambil keputusan berbasis informasi.
Rapat berlangsung aktif. Para ketua RT mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai kesiapan perangkat digital, cara penggunaan sistem pencatatan baru, hingga alur pelaporan data jika nantinya mulai diterapkan.
Pemerintah desa menjelaskan bahwa tahapan pelatihan akan disiapkan agar seluruh unsur yang terlibat dapat memahami mekanisme kerja sistem digital secara bertahap dan tidak terbebani.
Forum ditutup dengan penegasan bahwa digitalisasi desa bukan semata proyek teknologi, tetapi perubahan cara kerja menuju pelayanan publik yang lebih transparan, terukur, dan responsif.
Pemerintah Desa Sepaso Timur menilai konsolidasi seperti ini penting agar setiap unsur memahami perannya masing-masing dalam proses perubahan.
Dengan berlangsungnya rapat koordinasi ini, pemerintah desa berharap seluruh perangkat dan ketua RT dapat melangkah serempak dalam mendukung agenda digitalisasi.
Desa Sepaso Timur menargetkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan akurat. (ADV/MR)








