Home ›

Revitalisasi Galangan Kapal Nasional, Kaltim Siap Jadi Motor Penguatan Industri Maritim

ktmd - katamedia.co
Selasa, 10 Feb 2026 10:47 WITA

Katamedia.co – Kalimantan Timur menegaskan kesiapan menjadi salah satu motor penggerak penguatan industri maritim nasional melalui pengembangan dan revitalisasi galangan kapal. Dengan posisi strategis dan potensi sumber daya yang dimiliki, Kaltim dinilai mampu berkontribusi besar dalam meningkatkan daya saing industri perkapalan Indonesia di tingkat global.

Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertema “Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional” di Ayana MidPlaza Jakarta, Selasa (10/2/2026). Forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan kebijakan penguatan industri galangan kapal nasional.

Saat ini, Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga nasional dalam industri galangan kapal, khususnya pada produksi kapal handmade dan tugboat yang terpusat di Samarinda dan Balikpapan. Capaian ini menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi sektor galangan kapal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Baca juga  Diskusi Sumbu Tengah Edisi Dua, Bahas Sejarah Dan Sisi Gelap Tambang di Kaltim

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami sangat mendukung revitalisasi galangan kapal ini,” ujar Gubernur Harum. Menurutnya, pengembangan industri galangan kapal tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi pendukung.

Dalam forum tersebut, Gubernur Harum mengusulkan pemberian fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga nol persen bagi industri galangan kapal. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi sehingga produk kapal dalam negeri semakin kompetitif, baik di pasar nasional maupun internasional.

Selain insentif fiskal, Gubernur Harum juga mendorong peningkatan standar industri galangan kapal nasional. Ia berharap kapal-kapal produksi dalam negeri tidak hanya memenuhi klasifikasi BKI (Biro Klasifikasi Indonesia), tetapi juga berstandar International Maritime Organization (IMO), sehingga memiliki daya saing dan kepercayaan di pasar global.

Baca juga  Demo di KPK, AMAK Laporkan Lima Persoalan Dugaan Korupsi di Lingkup Pemprov Kaltim

“Industri galangan kapal merupakan sektor padat karya, padat modal, dan padat teknologi. Jika dikembangkan secara optimal, sektor ini akan menjadi keunggulan ekonomi Kalimantan Timur di masa depan,” tambahnya.

Respons positif datang dari Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan kesiapan pemerintah pusat memberikan kemudahan, khususnya dalam perizinan dan kebijakan PPN. Menurutnya, penguatan industri domestik harus dibarengi dengan pengamanan permintaan dalam negeri agar industri nasional terus tumbuh.

“Saya bisa memberikan dukungan semaksimal mungkin, sepanjang proses produksi dilakukan di dalam negeri,” tegas Purbaya.

Dukungan penuh juga disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar industri galangan kapal lebih banyak dikembangkan di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian industri nasional.

Baca juga  Penyesuaian Jam Kerja ASN di Kaltim, DPRD Ingatkan Soal Kesesuaian Regulasi Nasional

“Pemerintah perlu membantu pelaku usaha dengan regulasi yang mendukung dan kemudahan berusaha, agar industri dalam negeri mampu bersaing secara sehat,” ujar Hashim.

Keunggulan Kalimantan Timur semakin diperkuat dengan posisinya di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II serta keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi ini menjadikan Kaltim sebagai wilayah strategis bagi pengembangan industri maritim, seiring dengan dominasi jalur laut dalam sistem logistik nasional.

FGD tersebut turut dihadiri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, bersama para pelaku usaha galangan kapal, perkapalan, dan industri pendukung lainnya, yang sepakat mendorong sinergi pemerintah dan dunia usaha demi kemajuan industri maritim Indonesia.

Bagikan:
Berita Rekomendasi