Dr. Ray W Basrowi Menegaskan Healthy Aging Investasi Masa Depan

Dr. Ray W Basrowi Menegaskan Healthy Aging Investasi Masa Depan

0
BERBAGI

Indonesia tengah dalam transisi menuju kondisi penuaan penduduk. Persentase penduduk berusia di atas 60 tahun mencapai 7% dari keseluruhan penduduk. Kondisi tersebut tentu tidak lepas dari peningkatan angka harapan hidup yang terbentuk dari berbagai macam faktor yang mempengaruhinya. Pada akhirnya, lansia diharapkan dapat turut berkontribusi dengan menjadi lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK yang memiliki pengalaman 15 tahun sebagai praktisi di bidang nutrisi dan K3 manajemen perkantoran melihat bahwa konsep penuaan yang sehat (healthy aging) ini penting ditanamkan sejak masa awal dewasa muda. Tujuan dari konsep ini menghendaki penduduk lanjut usia memiliki kualitas kesehatan yang baik serta tetap bisa produktif.

Penuaan yang sehat atau yang lebih dikenal healthy aging mempunyai dampak yang baik bagi kualitas hidup seseorang. Bebas dari penyakit atau kelemahan bukanlah persyaratan untuk penuaan yang sehat. Namun jika dikendalikan dengan baik, memiliki pengaruh pada tingkat kesejahteraan. Penduduk lansia diproyeksikan akan mencapai hampir seperlima dari total penduduk Indonesia pada tahun 2045.

Berdasarkan suatu artikel ilmiah yang diterbitkan di Jurnal Amerta Nutrition Volume 4 Suplement Edition, intervensi nutrisi dalam bentuk functional food product dan dukungan edukasi tentang konsep healthy aging adalah dua komponen terpenting untuk memastikan populasi dewasa muda Indonesia saat ini akan menjadi penduduk lanjut usia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik serta tetap produktif di usia lanjut.

Dr. Ray yang merupakan Chairman Health Collaborative Center (HCC) mengatakan bahwa Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014 sudah mengatur empat pilar terkait petunjuk asupan nutrisi dan pola hidup yang baik, yaitu:

  • mengonsumsi makanan seimbang dengan sumber bervariasi,
  • perilaku hidup bersih,
  • aktif termasuk olahraga, dan
  • mempertahankan berat badan dalam kondisi terjaga atau normal.

Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK yang merupakan corresponding author dari artikel berjudul Nutrition Intervention for Healthy Aging in Indonesia, proses fisiologis penuaan atau aging dan kebutuhan nutrisi spesifik berjalan sinergis untuk memastikan agar proses perubahan dan penurunan fungsi tubuh seiring pertambahan usia tetap berlangsung sembari kualitas hidup tetap terjaga.

Perkembangan ilmu nutrisi sebenarnya sudah sangat maju sehingga banyak zat gizi yang dapat diberikan sejak masa dewasa muda sehingga membantu proses fisiologis agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik dimasa tua nantinya,” ungkap Dr. Ray.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Dr. Ray yang merupakan Chairman Health Collaborative Center (HCC), dan Medical Science Director Danone Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014 sudah mengatur empat pilar terkait petunjuk asupan nutrisi dan pola hidup yang baik, yaitu mengonsumsi makanan seimbang dengan sumber bervariasi, perilaku hidup bersih, aktif termasuk olahraga dan mempertahankan berat badan dalam kondisi terjaga atau normal.

“Guideline ini juga sudah menegaskan adanya kebutuhan untuk meng-adjust pola hidup dan asupan nutrisi untuk lansia. Tetapi yang harus diingat adalah, perkembangan ilmu nutrisi dan kesehatan terbaru merekomendasikan intervensi nutrisi untuk membentuk populasi usia lanjut yang sehat sangat krusial untuk mulai dilakukan sejak dewasa muda, terutama di rentang umur 40 tahun-an,”

“Mengapa? Karena usia ini adalah usia produktif, dimana menurut banyak penelitian, pola dan gaya hidup di tahap usia ini akan cenderung bertahan dan menjadi kebiasaan hidup hingga usia tua,” jelas Dr. Ray yang sering memberikan edukasi kesehatan melalui akun Instagram @ray.w.basrowi ini.

Berdasarkan artikel ilmiah yang ditulis Dr. Ray bersama beberapa ahli lain di bidang nutrisi ini, dijelaskan bahwa zat gizi yang penting untuk diperhatikan kecukupannya di usia dewasa muda adalah asupan protein. Di Indonesia, asupan protein masih tergolong rendah, yaitu masih berkisar 12% dari total kebutuhan intake energi harian, idealnya harus mencapai 15% daily intake.

Sumber protein idealnya juga bervariasi namun sebaiknya dari sumber protein hewani, karena secara ilmiah, sumber protein hewani memiliki bioavailabilitas yang baik. Selain protein, konsumsi serat terutama sayur dan buah juga harus ditingkatkan. Begitu banyak penelitian ilmiah membuktikan tingkat konsumsi buah dan sayur orang Indonesia masih rendah, padahal kandungan serat dan mikronutrien dari sayur dan buah penting untuk memastikan metabolisme kunci tubuh berjalan baik.

Dalam artikel ilmiah ini Dr. Ray yang memiliki gelar Doktor Bidang Kedokteran dari FKUI ini menjelaskan bahwa tim penulis menggunakan pendekatan analisis social cognitive theory (SCT) untuk mengidentifikasi beragam faktor penentu perilaku diet dan pola hidup populasi dewasa di Indonesia.

“Dari analisis SCT ini terlihat bahwa selain nutrisi, aspek personal knowledge merupakan komponen penting yang efektif menentukan keberhasilan pola hidup sehat kelompok usia dewasa muda dan lanjut usia untuk tetap produktif. Dan konsep ini penting untuk di intervensi dengan model edukasi berbasis komunitas, karena dampaknya sangat signifikan untuk membentuk populasi lansia yang bukan menjadi beban negara melainkan tetap menjadi asset bangsa di masa mendatang,” tegas Dr. Ray.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.