Berawal Dari Seorang SPG, Wanita Ini Sekarang Sukses Menjadi Mom Influencer

Berawal Dari Seorang SPG, Wanita Ini Sekarang Sukses Menjadi Mom Influencer

0
BERBAGI

Apa yang ditabur, maka itulah yang dituai. Perjuangan Lina Amelia sebelum menjadi mom influencer bisa dikatakan tidak seindah yang kita lihat seperti sekarang ini. Siapa sangka orang yang bisa menghibur di depan layar smartphone dulunya pernah mengalami hal yang tidak diinginkan. Nasib tidak bisa ditebak, keadaan bisa berubah. Apabila sekarang mengalami keterpurukan, bukan berarti situasi tidak akan berganti. Prinsip hidup inilah yang dipegang oleh Lina, mom influencer pemilik akun @louissescarlett, hingga dapat membawanya sukses seperti sekarang.

Lina sempat mengalami kesulitan ekonomi semasa kecilnya. Ia terpaksa harus membantu keluarga demi memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai anak pertama, dari tiga bersaudara, Lina berkeliling dari pagi buta hingga tengah malam untuk berjualan kue buatan ibunya. Keluarga Lina hanya tinggal di rumah susun kumuh. Tidak memiliki cukup uang, dan pernah suatu masa harus tidur beralaskan kardus.

Kesulitan yang dialami tidak terlepas juga dari perundungan di masa sekolah. Akibatnya, Lina pernah menentang orang tuanya karena kondisi kehidupan serba kurang. Suatu ketika, Lina diajak mengikuti retret Agama Buddha. Ia mempelajari welas asih dan penerimaan. Sejak saat itu ia mulai menerima kepahitan hidupnya dan belajar menjadi anak berbakti pada orangtua. Dari sanalah, Lina menyadari bahwa doa orang tua bisa menjadi kunci kesuksesannya kelak.

Ibu Lina bercita-cita agar anaknya bisa mendapatkan pendidikan sehingga tidak menjadi seperti dirinya. Bermula dari hutang, Lina disekolahkan ke sekolah swasta yang biayanya lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri. Penampilan Lina yang lusuh dan sering mendapat nilai merah menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya yang berasal dari keluarga berada. Meskipun demikian, ia merupakan tulang punggung keluarga sejak kecil berkat dedikasinya yang tidak malu berjualan dan melakukan lebih daripada kebanyakan teman sebayanya.

Lina berusaha membahagiakan kedua orangtua dengan menjadi anak yang berprestasi di sekolah. Masuk ke jenjang SMA, Lina berhasil meraih juara pertama. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan. Lina juga mulai menerima les privat dan mulai menyisihkan sebagian besar pendapatannya kepada orangtua.

Keterbatasan biaya membuat Lina tidak dapat melanjutkan kuliah. Lina memutuskan bekerja sebagai SPG makanan ringan. Meskipun harus bekerja dengan gaji harian 70 ribu selama 13 jam non-stop, dia tidak pernah absen untuk memberikan honornya pada orangtua. Berkat ketekunan dan doa orangtua, Lina berhasil menjadi sales dengan penjualan tertinggi yang mengantongi penghasilan hingga 30 juta per bulan. Lina percaya bahwa jika dia selalu bekerja memberikan yang terbaik, maka dia akan memperoleh kesempatan untuk naik ke jenjang lebih tinggi.

Waktu berganti, Lina berhasil memperbaiki keadaan ekonomi keluarga dan menikah di usia 23 tahun. Dalam kondisi sedang merasa baik, ia divonis dokter menderita Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Suatu sindrom dimana ia memiliki saluran tuba yang lengket, sehingga kemungkinan tipis untuk memiliki keturunan. Lina bersama suami tidak menyerah. 

Usaha untuk mendapatkan keturunan terus ditempuh, tibalah ketika mereka menjatuhkan pilihan pada program bayi tabung. Walaupun terjadi pro dan kontra antar keluarga, program bayi tabung tersebut berhasil. Anak perempuan pertama mereka bernama Louisse Scarlett lahir ke dunia. Saat ini, kehidupan rumah tangga Lina lengkap dengan kehadiran 4 anak-anak dan penuh kebahagiaan.

Sebagai ungkapan rasa syukur, Lina rajin mendokumentasikan kegiatan anak melalui TikTok & Instagram. Pemilik 2 juta pengikut di TikTok ini juga rutin membagikan pengalaman sebagai ibu muda yang menjalani program bayi tabung. Lina berharap agar kisahnya bisa dijadikan inspirasi kepada pasangan yang sedang berjuang untuk memperoleh keturunan untuk selalu berpikiran positif dan percaya bahwa setiap perjuangan dapat membuahkan hasil.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.