MU, Setan Merah yang Sedang Sakit Parah

MU, Setan Merah yang Sedang Sakit Parah

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Prestasi Manchester United terjun bebas sejak ditinggal pelatih legendaris Sir Alex Ferguson. Kebijakan transfer yang buruk menjadi sumber masalah yang membuat performa Setan Merah terpuruk.

Kepergian Ferguson benar-benar menyisakan celah lebar di Old Trafford. Belum satupun pelatih yang mampu mengembalikan MU ke habitatnya sebagai klub papan atas sarat prestasi.

Tuntutan juara yang diberikan manajemen bisa dibilang tak berbanding lurus dengan aktivitas transfer. Tak jarang pembelian pemain yang dilakukan seringkali tidak sesuai dengan keinginan pelatih. Selain itu, pihak klub juga kerap kesulitan mendapat pemain incaran pelatih.

Ole Gunnar Solskjaer tengah mengalami masa sulit di MU. (AFP) Mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho hingga Ole Gunnar Solskjaer juga menderita hal yang sama, yakni tak leluasa merekrut pemain sesuai keinginan.

Sudah sulit merekrut pemain, direksi MU terkenal tidak sabar dan tak mampu mempertahankan pelatih. Padahal, Fergie sendiri butuh waktu tidak sebentar untuk membuat Man United berjaya di Inggris maupun Eropa.

Solskjaer jadi pelatih terkini yang terkena imbasnya. Ia tak mampu mempertahankan striker Romelu Lukaku yang memilih hijrah ke Inter Milan sekaligus tak berdaya untuk mencari penggantinya.

Keinginan Solskjaer untuk merekrut Mario Mandzukic urung terwujud lantararan direksi MU yang dipimpin Ed Woodward tak mau keluar kocek lebih. Ketimpangan di lini depan makin parah setelah Alexis Sanchez juga hengkang ke klub yang sama dengan status pinjaman.

Solskjaer terpaksa mengandalkan Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Jesse Lingard di lini depan. Ketajaman serangan Red Devils jadi bermasalah ketika salah satu pemain ini cedera atau berhalangan tampil.

Maka tak heran jika MU menjadi tim paling minim mencetak gol di Premier League musim ini. Rashford dkk hanya mampu mencetak 10 gol dan kemasukkan sembilan gol dari sembilan pertandingan.

Manchester United saat ini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara Premier League. (AP Photo/Jon Super) Striker berusia 17 tahun Mason Greenwood yang diharapkan bisa meroket hingga kini masih belum bisa melejit sesuai ekspektasi. Namun, MU tak mau kehilangan amunisi mudanya itu dengan menyiapkan perpanjangan kontrak hingga 2023 saat usianya genap 18 tahun nanti.

Salah satu rekrutan terbaik Man United musim ini adalah Harry Maguire. Bek berusia 26 tahun itu ditebus dari Leicester City dengan harga fantastis 80 juta poundsterling atau setara Rp1,4 triliun. Meski mahal, namun MU pantas memiliki salah satu bek terbaik dunia yang tak lagi dipunya setelah era Rio Ferdinand.

Di masa kepempinanan Mourinho, direksi MU tak mau memenuhi rencana pembelian Jerome Boateng dari Bayern Munchen. Selain tak lagi muda, nilai transfer yang tinggi membuat petinggi klub enggan memenuhi keinginan Mourinho.

Sebagai alternatif, Solskjaer malah merekrut bek kanan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace pada Juni 2019. Namun, Bissaka ternyata dibeli dengan harga yang tak murah, yakni mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp896 miliar.

Selanjutnya, MU memilih untuk membeli winger lincah milik Swansea City, Daniel James. Manajemen Setan Merah mendapatkan James dengan harga yang murah, yakni 15 juta poundsterling atau setara Rp270 miliar.

Semula, MU dikabarkan ingin merekrut Paulo Dybala dari Juventus untuk mengantisipasi kepergian Lukaku dan Sanchez. Namun, keinginan Solskjaer lagi-lagi tak sanggup diindahkan manajemen.

Siapapun pelatih MU kemungkinan sulit untuk membawa prestasi jika program perekrutan pemain tak dimuluskan manajemen. Moyes, Van Gaal, dan Mourinho juga sudah mengalaminya lebih dulu. Gagal membalikkan pamor MU dan berujung dengan pemecatan.

Ole Gunnar Solskjaer tengah mengalami masa sulit di MU. (AFP) Mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho hingga Ole Gunnar Solskjaer juga menderita hal yang sama, yakni tak leluasa merekrut pemain sesuai keinginan.

Sudah sulit merekrut pemain, direksi MU terkenal tidak sabar dan tak mampu mempertahankan pelatih. Padahal, Fergie sendiri butuh waktu tidak sebentar untuk membuat Man United berjaya di Inggris maupun Eropa.

Solskjaer jadi pelatih terkini yang terkena imbasnya. Ia tak mampu mempertahankan striker Romelu Lukaku yang memilih hijrah ke Inter Milan sekaligus tak berdaya untuk mencari penggantinya.

Keinginan Solskjaer untuk merekrut Mario Mandzukic urung terwujud lantararan direksi MU yang dipimpin Ed Woodward tak mau keluar kocek lebih. Ketimpangan di lini depan makin parah setelah Alexis Sanchez juga hengkang ke klub yang sama dengan status pinjaman.

Solskjaer terpaksa mengandalkan Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Jesse Lingard di lini depan. Ketajaman serangan Red Devils jadi bermasalah ketika salah satu pemain ini cedera atau berhalangan tampil.

Maka tak heran jika MU menjadi tim paling minim mencetak gol di Premier League musim ini. Rashford dkk hanya mampu mencetak 10 gol dan kemasukkan sembilan gol dari sembilan pertandingan.

Manchester United saat ini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara Premier League. (AP Photo/Jon Super) Striker berusia 17 tahun Mason Greenwood yang diharapkan bisa meroket hingga kini masih belum bisa melejit sesuai ekspektasi. Namun, MU tak mau kehilangan amunisi mudanya itu dengan menyiapkan perpanjangan kontrak hingga 2023 saat usianya genap 18 tahun nanti.

Salah satu rekrutan terbaik Man United musim ini adalah Harry Maguire. Bek berusia 26 tahun itu ditebus dari Leicester City dengan harga fantastis 80 juta poundsterling atau setara Rp1,4 triliun. Meski mahal, namun MU pantas memiliki salah satu bek terbaik dunia yang tak lagi dipunya setelah era Rio Ferdinand.

Di masa kepempinanan Mourinho, direksi MU tak mau memenuhi rencana pembelian Jerome Boateng dari Bayern Munchen. Selain tak lagi muda, nilai transfer yang tinggi membuat petinggi klub enggan memenuhi keinginan Mourinho.

Sebagai alternatif, Solskjaer malah merekrut bek kanan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace pada Juni 2019. Namun, Bissaka ternyata dibeli dengan harga yang tak murah, yakni mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp896 miliar.

Selanjutnya, MU memilih untuk membeli winger lincah milik Swansea City, Daniel James. Manajemen Setan Merah mendapatkan James dengan harga yang murah, yakni 15 juta poundsterling atau setara Rp270 miliar.

Semula, MU dikabarkan ingin merekrut Paulo Dybala dari Juventus untuk mengantisipasi kepergian Lukaku dan Sanchez. Namun, keinginan Solskjaer lagi-lagi tak sanggup diindahkan manajemen.

Siapapun pelatih MU kemungkinan sulit untuk membawa prestasi jika program perekrutan pemain tak dimuluskan manajemen. Moyes, Van Gaal, dan Mourinho juga sudah mengalaminya lebih dulu. Gagal membalikkan pamor MU dan berujung dengan pemecatan.

Ketidakharmonisan manajemen dan pelatih membuat prestasi sulit diraih. Solskjaer yang semula digadang bisa mengikuti jejak Ferguson, kini berada di ujung tanduk. Rangkaian hasil buruk di awal musim membuat nasib pria asal Norwegia itu tak menentu.

Man United kini terpuruk di posisi ke-13 klasemen sementara Premier League usai bermain imbang 1-1 lawan Liverpool di Old Trafford, Minggu (20/10) waktu setempat.

Namun, tak ada jaminan prestasi bila Solskjaer diganti karena keterpurukan MU bukan salah pelatih semata. Ed Woodward dkk juga mesti bertanggung jawab karena tak mampu memenuhi pembelian pemain yang diinginkan peracik strategi.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.