Bermodal 51 Bukti, BPN Tantang MK

Bermodal 51 Bukti, BPN Tantang MK

0
BERBAGI
KATAMEDIA.CO/AndreRangga

KATAMEDIA.CO – Bermodalkan 51 bukti yang dibawa ke Mahkama Konstitusi (MK), Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga resmi mendaftarkan permohonan sengketa perselisihan hasil pilpres 2019 ke Mahkama Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (24/5).

Bambang Widjojanto selaku Ketua Tim Hukum sengketa pemilu BPN, mengatakan bahwa permohonan tersebut diajukan untuk membuktikan adanya tindak kecurangan terstruktur, sistematis dan masih (TSM) pada Pemilihan Umum 2019.

“kami mencoba merumuskan apa benar terjadi satu tindakan kecurangan yang bisa dikualifikasikan sebagai TSM. Berbagai argumen ada disitu, serta bukti pendukung untuk menjelaskan hal itu,” kata Bambang di Gedung Mahkama Konstitusi (MK).

Bambang juga mengatakan bahwa MK harus memutuskan perkara ini dengan berpijak pada kedaulatan rakyat. Dia juga meminta MK menangani perkara ini menggunakan prinsip beyond the law.

“Bukan hanya harus berprinsip pada azas langsung, umum, bebas, dan rahasia saja, melainkan juga harus memperhatikan prinsip jujur dan adil,” lanjut Bambang.

Tim BPN juga menginginkan MK bukan sekedar Mahkamah kalkulator yang numerik, tapi juga memeriksa betapa kecurangan begitu dahsyat. Namun, Bambang enggan unutk menjelaskan secara detail maksud dari kecurangan TSM yang dikatakannya itu dan menurutnya hal tersebut sudah masuk substansi perkara.

Tidak hanya berkas permohonan saja yang dibawa oleh Tim BPN, mereka juga turut menyertakan 51 bukti dan selisih suara yang harus dibuktikan oleh Tim BPN mengenai kecurangan mencapai 16.957.123 suara.

BPN menyebutkan bahwa pihaknya masih akan melengkapi alat bukti. MK memberikan kebebasan bagi para pemohon sengketa untuk melengkapi alat bukti sebelum putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) diketok.

“Ada kombinasi antara dokumen dan saksi. ada saksi ahli dan saksi fakta. baru 51 (alat bukti),” kata Bambang Widjojanto.

Seperti yang telah diketahui, BPN menolak rekapitulasi hasil penghitungan suara pilpres 2019 yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dimana hasil tersebut merujuk pada kemenangan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan perolehan 85.607.362 (55,50%) suara, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 68.650.239 (45,50%) suara yang telah ditetapkan dan telah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) KPU nomor 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/v/2019 Tentang Penetapan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilu 2019. Selasa, 21 Mei 2019 pukul 01:46 WIB.

 

RANGGA

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.