Terlalu Baik Pada Orang ternyata Tidak Baik untuk Finansial ?

Terlalu Baik Pada Orang ternyata Tidak Baik untuk Finansial ?

0
BERBAGI
USA, New Jersey, Jersey City, Young couple sitting on couch

KataMedia.co – Menurut peneliti, orang yang terlalu sering bersikap baik kepada orang lain memiliki risiko jauh lebih besar mengalami bangkrut dalam kehidupan finansialnya.

Sandra Matz dari Columbia Business School, yang juga merupakan penulis utama studi berjudul, Nice Guys Finish Last: When and Why Agreeableness Is Associated With Economic Hardship, mengatakan tim tersebut ingin tahu apakah sosok hangat dan baik akan mengarah pada hasil keuangan yang negatif.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa agreeableness dikaitkan dengan skor kredit dan pendapatan yang lebih rendah. Kami ingin melihat apakah asosiasi itu berlaku untuk indikator keuangan lainnya dan, jika demikian, lebih baik memahami mengapa orang baik tampaknya selesai di akhir,” jelasnya.

Jadi Matz bersama dengan rekan penulisnya, Joe Gladstone dari University College London mengumpulkan dan menganalisis data dari lebih 3 juta orang.

Studi yang mereka lakukan menghasilkan satu hasil yang mengejutkan dan cukup kontroversial; bersikap baik dan mudah percaya ternyata berpengaruh pada keuangan.

“Kami menemukan bahwa agreeableness dikaitkan dengan indikator kesulitan keuangan, termasuk tabungan yang lebih rendah, utang yang lebih tinggi, dan tingkat gagal bayar yang lebih tinggi,” ungkap Gladstone.

“Hubungan ini tampaknya didorong oleh fakta bahwa orang-orang yang ramah tidak terlalu peduli tentang uang dan karena itu berisiko lebih tinggi terhadap kesalahan pengelolaan uang.”

Namun, yang menjadi inti dari penelitian ini adalah bahwa tidak semua orang yang agreeableness (ramah dan mudah percaya) cenderung mengalami kesulitan keuangan karena pendapatan memainkan peran penting pada akhirnya.

 

Sumber : Viva.co.id

 

(Anna)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.