Berprinsip Atas Kejujuran, Inilah Wasit Yang Tak Mempan Digoda Suap

Berprinsip Atas Kejujuran, Inilah Wasit Yang Tak Mempan Digoda Suap

0
BERBAGI

KataMedia.co – Hampir di semua skandal suap dan pengaturan skor yang terjadi dalam sepakbola di berbagai penjuru dunia, keterlibatan perangkat pertandingan senantiasa hadir. Di Indonesia, perkara yang berembus kencang pascaprogram “Mata Najwa” akhir tahun lalu itu sejatinya bukan barang baru. Makanya, Kosasih Kartadiredja geleng-geleng kepala kendati tidak kaget.

Kosasih dikenal sebagai wasit yang tak kenal kompromi di kompetisi Perserikatan. Reputasinya mulai disegani semenjak menjadi wasit Indonesia pertama yang memegang lisensi FIFA pada 1972 dan dikenal dunia karena menjadi perangkat pertandingan dalam Piala Dunia Yunior 1979 di Tokyo, Jepang.

Tidak hanya di level Perserikatan, saat Kosasih bertugas di SEA Games 1981 tawaran juga mendatanginya. Kosasih masih ingat betul peristiwa itu. Menjelang laga final Thailand vs Malaysia, 15 Desember 1981, seorang suruhan pejudi bola mendatanginya ke tempatnya menginap, Hotel Admiral di Manila. Orang suruhan itu minta Kosasih memenangkan Malaysia.

Kosasih ditawari uang 10 ribu dolar yang dibundel dalam bungkus rokok. Kosasih menolak mentah-mentah. Kosasih juga memblokir semua telepon yang tersambung ke kamar-kamar hotel yang jadi tempat penginapan para wasit jelang pertandingan.

Kosasih mengaku, lebih nyaman hidup pas-pasan dari hasil keringat sendiri ketimbang berlebih tapi dari hasil “uang panas”. Hal itu membuatnya selalu menolak tawaran menggiurkan yang datang padanya.

Hal itu pula yang membuatnya memutuskan pensiun dini dari Pemda Kabupaten II Sukabumi pada 1993. Ia tak mau makan gaji buta lantaran jarang masuk kerja gara-gara sibuk di Komisi Wasit PSSI. Hingga saat ini, Kosasih hanya hidup pas-pasan dari uang pensiunan PNS Golongan III-C.

 

Sumber : Historia.id

 

(Anna)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.