Kisah Inspiratif, Pria Ini Merintis Usaha Sejak Usia Belasan Tanpa Modal Orang...

Kisah Inspiratif, Pria Ini Merintis Usaha Sejak Usia Belasan Tanpa Modal Orang Tua

0
BERBAGI

Pernah terbayang jika tugas kuliah kamu jadi sorotan untuk mengisi  proyek perhotelan yang megah? Inilah yang dialami pria 21 tahun bernama Raynand Jathniel Vasandani. 

Pada mulanya, pria yang akrab disapa Raynand ini iseng-iseng mengunggah tugas kuliahnya melalui Instagram @berkat.interior. Tanpa diduga seorang klien menghubunginya dan mengajak bertemu. Dengan penjelasan detail mengenai rencana dan tujuan kedepan, Raynand diberi tanggung jawab mengisi puluhan unit interior kamar hotel. 

“Tidak ada yang tahu kalau saat itu saya masih kuliah. Diberi kepercayaan mengisi interior 38 kamar hotel membuat saya tertantang. Dalam waktu tiga bulan proyek ini selesai dari tenggat yang semestinya,” ujar pria yang sekarang bertempat tinggal di Bali ini.

Raynand memiliki kisah unik bagaimana dirinya bisa terjun ke dunia usaha. Jauh sebelum dirinya mendirikan tiga usaha seperti sekarang yaitu Berkat Interior Design & Building (@berkat.interior), Berkat Batiken (@berkatbatiken) dan Bercut Barbershop Bali (@bercutbarbershop), dirinya sudah senang berjualan dari sejak masih duduk di bangku sekolah.

Bagaimana awalnya pria ini bisa terjun ke dunia usaha?

Usaha pertama yang diingatnya adalah saat berjualan online case handphone dan aksesoris murah melalui media sosial. Ia mengambil barang murah dari pusat perbelanjaan ternama di ibukota yang kemudian dijual olehnya kembali. Dengan bermodalkan internet, Raynand sudah mengantongi hingga jutaan rupiah.

“Celakanya saat itu belum bisa menyimpan penghasilan dengan baik. Jadi uangnya sering dibelanjakan, dan sempat membeli handphone keren serta satu DJ Set. Nah, karena usaha ini sembunyi-sembunyi, ketahuan orang tua juga lama-lama,” pungkasnya.

Ia mengaku sempat dilarang berdagang oleh orang tuanya. Mereka menginginkan Raynand fokus belajar bukan malah mencari uang. 

Devina Shanti, ibu kandung Raynand menambahkan bahwa dirinya sempat menyesal telah melarang anaknya berdagang online. “Saya dulu belum tahu. Jadi saya ambil hp-nya dan sempat hukum dia. Selang satu tahun, saya jadi pembicara di acara Young Entrepreneur dan justru pikiran saya jadi terbuka.”

Raynand mengaku tidak begitu suka pelajaran di sekolah. Ia lebih senang berbisnis atau melakukan sesuatu sesuai dengan minat bakatnya. Ia hanya menyelesaikan masa studi sampai kelas 10, dan diterima kuliah di Raffles College jurusan Interior Design.

“Tiap saya datang ke suatu tempat, yang saya sukai adalah memperhatikan dekorasi ruang. Mama saya bertanya gimana kelanjutan sekolah saya, dan saya memutuskan mengambil jurusan Interior Design,” ungkapnya.

Beres kuliah saat usianya masih 17 tahun, Raynand menelpon saudara yang tinggal di Australia untuk membuka usaha barbershop bersama. Namun membuka usaha tersebut ternyata tidak mudah, membutuhkan keahlian serta modal yang besar untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Sembari menabung, ia melanjutkan kuliah ke Sydney. Selama kuliah, Raynand bekerja di restoran dan mengambil beberapa proyek interior desain. Dana yang terkumpul sudah lebih dari satu miliar hingga akhirnya ia berani memutuskan berinvestasi pada beberapa usaha yang dikelolanya sendiri.

Cara mengelola ketiga usaha di usia yang masih muda

Raynand mengaku banyak tantangan dalam upaya mewujudkan mimpinya ini. Ia pernah menjadikan pelajaran atas kerugian yang ditimbulkan akibat ketidak profesionalan seseorang dalam melakukan pekerjaan. Namun baginya, apapun yang terjadi harus bisa tetap let it flow dan fokus pada tujuan kedepan. 

Usaha batik yang dirintisnya bertempat di Jakarta adalah Berkat Batiken. Dengan mempekerjakan para pengrajin asal Pekalongan, Raynand mengontrol semua kegiatan jarak jauh. Ia juga masih aktif dengan Berkat Interior. Sebelum membuka Berbershop-nya sendiri, ia mendesain tiga barbershop milik orang lain berkat adanya rekomendasi dari mulut ke mulut.

“Ada tiga proyek barbershop yang berhasil saya buatkan interiornya, mungkin ini jalan Tuhan sebelum saya akhirnya membuat usaha Bercut Barbershop di Bali,” ujarnya.

Raynand mengaku awalnya ingin membuka Barbershop di Jakarta. Namun ketika ia sedang liburan ke Bali, barbershop di sana terlihat lebih besar pangsa pasarnya ketimbang di ibukota. Terlihat beberapa artis mendatangi barbershop Raynand dengan senang hati. Ia menyajikan konsep potongan premium dengan harga murah.

“Ada proyek baru yang akan datang nanti, semoga berjalan lancar. Rencananya akan membuka cabang selanjutnya masih di Bali juga, dan di Jakarta,” ujar pemilik akun Instagram @raynandjathniel.

Di usia yang masih sangat muda, Raynand bersyukur bisa menjalankan ketiga usahanya ini dengan berimbang. Ia juga mengambil rumah di kawasan PIK 2 sebagai tempatnya singgah meskipun harus terus bolak balik antar Bali & Jakarta. Saat ini fokusnya adalah terus mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan terbaik.

Berkat Batiken terlihat sering dikenakan oleh para pejabat dari kalangan pemerintahan hingga artis ternama sepeti Boy William. Berkat Interior yang ia dapat mengusung tema baru dengan mendesain villa-villa di Bali. Kemudian untuk Bercut Barbershop, akan ada proyek pembukaan cabang selanjutnya yang tidak biasa dan pastinya akan menjadi kejutan bagi para pelanggan setianya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.