Solidaritas Aktivis Demokrasi Bogor Gelar Aksi Damai, Ini Tuntutannya

Solidaritas Aktivis Demokrasi Bogor Gelar Aksi Damai, Ini Tuntutannya

0
BERBAGI

Katamedia.co – Solidaritas Aktivis Demokrasi Bogor, kordinator lapangan Rikardus Pingger dan Gimius murib dan juga penanggung jawab aksi Eto Rumpedai di mana tergabung dalam aksi solidaritas antara Ikatan Mahasiswa Papua dan gabungan beberapa elemen mahasiswa Bem dan organ daerah yang mengikuti aksi damai.

Pasca dibunuh George Floyd di Minneapolis, di Amerika oleh anggota polisi menyebabkan gelombang demonstrasi besar yang menyebar dengan cepat di Eropa dan menyita mata publik termasuk Indonesia, demonstrasi yang terjadi membuka mata dan telinga masyarakat indonesia serta menggayung solidaritas ikut serta mengancam Rasisme di negeri paman sam itu, seruan nanti realisme dengan tegar #BlackLivesMatter diikuti dengan tegar di indonesia #PapuaLivesMetter terus membanjiri sosial media dan kembali membuka ruang diskusi menyikapi Rasisme ini yang dialami mahasiswa Papua pada agustus 2019 yang lalu.

Dalam hal ini gabungan solidaritas mahasiswa di kota bogor ikut menyuarakan dan meminta kepada jaksa penuntut umum untuk segera bebaskan tahanan politik Papua, karena mereka adalah korban rasis me, aksi yang diadakan di kota Jayapura oleh tahanan politik Papua adalah aksi damai untuk menolak Rasisme kepada orang Papua, tetapi mereka di kriminalisasi lalu ditangkap dan dibawa ke rutan balikpapan kalimantan timur.

Aksi solidaritas ini adalah aksi damai dan dalam kasus 7 tapol Papua di kalimantan disinyalir cacat hukum mulai dari penangkapan proses pemeriksaan sampai pada proses persidangan bahkan kepolisian
melakukan pemindahan 7 tampol papua yang kalimantan tanpa berkoordinasi dengan kuasa hukum dan pihak keluarga,
7 aktivis anti rasisme ini telah dituduh melakukan penghianatan dan pemberontakan makar berdasarkan KUHP ketujuh orang tersebut dituduh makar karena mengorganisir demonstrasi damai sebagai respon terhadap serangan rasial terhadap manusia papua di surabaya.

Massa aksi Papua anti rasisme merupakan gerakan menuntut keadilan rakyat Papua yang terbangun atas kesadaran murni dan bukan paksaan, dan tapol Papua adalah korban Rasisme yang menuntut keadilan tetapi dikriminalisasi dengan pasal makar, dalam persidangan tampol Papua di kalimantan terindikasi cacat atau tidak memenuhi unsur hukum adalah proses penyelidikan,penangkapan, pemeriksaan dan bahkan proses persidangan

Maka dengan ini solidaritas aktivis Demokrasi Bogor meminta Jaksa Penuntut Umum segera membebaskan 7 tahanan politik Papua tanpa bersyarat agar tidak menjadi aksi massa besar demo jilid III di tanah Papua.

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.