Tahukah Kamu Jika Telur Setengah Matang Mengandung Bakteri Berbahaya??

    0
    BERBAGI

    KATAMEDIA.CO- Telur setengah matang merupakan makanan yang disukai oleh banyak orang. Namun sayangnya, telur setengah matang kemungkinan dapat mengandung bakteri Salmonella yang berbahaya. Sebagian jenis bakteri Salmonella bisa mengakibatkan demam tifoid yang berbahaya.

    Telur merupakan sumber protein hewani yang mengandung selenium, seng, magnesium, kalium, besi, belerang, antioksidan, biotin, asam lemak esensial, yodium, fosfor, kolin, Vit.A, Vit.B2, Vit.B5, Vit.B12, Vit.E, Vit.D, dan Vit.K. Banyak orang memilih untuk makan telur mentah karena beralasan beberapa nutrisi dapat berkurang setelah pemanasan. Namun, amankan mengonsumsi telur mentah?

    Bakteri Salmonella bisa terdapat pada bagian luar (kulit) atau bagian dalam telur. Kondisi ini menjadikan telur yang berbentuk, berbau, atau terasa normal dapat saja mengandung bakteri Salmonella.

    Kuning telur mengandung banyak komponen bernama lesitin yang efektif menangkal sklerosis karena memiliki sifat meredam kadar kolesterol

    Kabar baiknya, bakteri ini dapat dimatikan dengan memasak telur hingga matang. Untuk mengetahui apakah telur masih setengah matang atau belum matang, dapat dilihat dari struktur kuning telurnya yang cair.

    Apa Bahaya Salmonella dalam Telur Setengah Matang??

    Beberapa kelompok orang lebih berisiko mengalami infeksi bakteri Salmonella dari telur setengah matang, antara lain ibu hamil, bayi dan balita, orang lanjut usia, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Orang yang mengalami infeksi bakteri Salmonella dapat mengalami gejala-gejala berupa sakit perut, diare, mual muntah, demam tinggi, sakit kepala, serta adanya darah pada tinja. Gejala ini dapat berlangsung 4-7 hari, namun beberapa orang dapat mengalami gejala lebih lama, berupa demam dan diare yang berkelanjutan. Akibat paling buruk dari infeksi ini adalah demam tifoid atau tifus, yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Walaupun efeknya tidak akan langsung terasa, namun saat kalian mengonsumsi telur yang terjangkit bakteri Salmonella saat keadaan kalian kurng fit, maka kalian akan langsung jatuh sakit.

    Bagaimana Mencegah Bakteri Salmonella??

    1. Segera konsumsi makanan yang mengandung telur.

    Jika tidak segera dikonsumsi, sebaiknya makanan tersebut disimpan di lemari pendingin. Hindari menyimpan telur atau makanan yang mengandung telur dalam suhu ruangan selama lebih dari 2 jam, atau 1 jam jika suhu ruangan mencapai 32 derajat Celcius atau lebih.

    2. Goreng telur secara merata pada kedua sisi.

    3. Rebus telur minimal hingga 7 menit dalam air mendidih.

    Masa aman dan terbaik telur untuk dikonsumsi adalah maksimal 28 hari dari waktu bertelur. Oleh karenanya, penting untuk menyimpan telur dalam lemari pendingin. Jika tidak dalam kulkas, sebaiknya pastikan suhu tempat penyimpanan telur di bawah 5 derajat Celcius.

    4. Tempatkan telur terpisah dari makanan lain di dalam lemari pendingin.

    5. Hindari membeli dan mengolah telur yang kulitnya sudah retak.

    6. Setelah merebus telur, hindari menyimpannya di lemari pendingin lebih dari tiga hari.

    7. Cuci tangan sebelum dan setelah mengolah telur untuk menghindari penyebaran bakteri.

    8. Cuci juga peralatan untuk memasak telur dengan air hangat.

    9. Bersihkan permukaan dapur dengan semprotan antibakteri.

    (Nia)

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.