Pilih di Rumah Aja? Coba Virtual Traveling di 3 Museum Dunia Ini

Pilih di Rumah Aja? Coba Virtual Traveling di 3 Museum Dunia Ini

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Jakarta, Berada di rumah saja selama social distancing saat pandemi wabah virus corona saat ini kadang bisa sangat membosankan.

Namun, kamu tidak perlu menghabiskan waktu sia-sia, karena kini bisa mengisi waktu dengan mencoba virtual traveling atau melihat pameran online yang disediakan museum di dunia.

Berikut ini tiga di antara beberapa museum yang menyediakan fasilitas virtual traveling atau pameran online yang sudah Kompas.com coba.

The British Museum
The British Museum yang terletak di London, Inggris punya koleksi yang kaya akan nilai sejarah.

Koleksi yang bisa kamu temukan di sini menunjukkan lebih dari dua juta tahun sejarah dan budaya manusia.

Bagi kamu yang pecinta sejarah dan kebudayaan kuno, bisa mencoba virtual traveling dari The British Museum ini.

Kamu bisa mengakses lewat beberapa situs. Pertama, lewat Google Arts & Culture di link berikut: https://artsandculture.google.com/partner/the-british-museum.

Di sini, kamu bisa memilih banyak sekali pameran online yang tersedia. Salah satu yang Kompas.com coba adalah soal sejarah bangsa Mesir dan kepercayaan mereka setelah masa Pharaoh atau Firaun berakhir.

Bentuknya seperti slideshow presentasi, namun dengan gambar artefak bersejarah seperti perkamen kuno atau patung Augustus yang legendaris, disertai penjelasan padat dan jelas.

Selain lewat Google Arts & Culture, kamu juga bisa mengakses virtual traveling The British Museum lewat laman berikut: https://britishmuseum.withgoogle.com/.

Laman tersebut menyajikan sajian tur interaktif yang menarik. Bentuknya seperti lini masa yang menunjukkan tahun-tahun penting dalam sejarah.

gambar, teks, peta, hingga audio secara lengkap
Untuk setiap tahun-tahun tersebut, terdapat titik-titik berbeda warna yang sudah dibedakan berdasarkan benua yang akan menunjukkan kejadian-kejadian penting dalam sejarah.
Ada lima jenis topik yang bisa kamu pilih, yakni Art and design, Living and Dying, Power and Identity, Religion and Belief, dan Trade and Conflict.

Setelah kamu pilih salah satu titik yang ada, kamu akan disajikan informasi lengkap soal kejadian tersebut.

Mulai dari gambar artefak, penjelasan teks yang rinci, peta petunjuk lokasi kejadian, objek yang berkaitan, hingga yang paling canggih adalah penjelasan lewat audio dalam bahasa Inggris.

Karena sistemnya interaktif, kamu lebih baik menggunakan komputer atau laptop untuk mengaksesnya.

Pasalnya kamu bisa menikmati grafik yang sangat bagus dan menarik serta bisa leluasa mengeksplor kejadian-kejadian penting dalam sejarah yang ingin kamu ketahui.

The Pergamon Museum
Kedua adalah Pergamon Museum yang bisa kamu akses lewat link berikut: https://artsandculture.google.com/partner/pergamonmuseum-staatliche-museen-zu-berlin?hl=en.

Museum ini terletak di Berlin, Jerman. Kamu bisa menemukan banyak struktur arkeologi yang sudah dibangun ulang di sini.

Beberapa yang bisa ditemukan, seperti Altar Pergamon, Gerbang Pasar Miletus, Gerbang Ishtar dan Jalan Prosesi dari Babilonia, serta Mshatta Facade yang membuat Pergamon Museum terkenal di dunia.

Ada beberapa pameran online yang bisa kamu lihat di sini, salah satunya adalah soal apa yang terjadi di Pergamon.

Pergamon adalah sebuah kota di Yunani Kuno yang punya perpustakaan terbaik pada peradaban Yunani Kuno.

Nah, karena menggunakan laman Google Arts & Culture, maka jenis pameran online-nya pun serupa dengan The British Museum.

Bentuknya seperti slideshow presentasi, namun dengan gambar berkualitas tinggi, bersamaan penjelasan yang lengkap dan jelas.

Uniknya, di slide kedua pameran ini terdapat gambar interaktif dari rekontruksi Altar Pergamon yang legendaris.

Bentuknya seperti laman Google Street, kamu bisa berkeliling area altar dengan gambar 360 derajat, sehingga kamu bisa melihat relief yang ada di dinding altar secara jelas.

Ada juga gambar lukisan masa lampau, peta yang menunjukkan lokasi Kota Pergamon di masa lalu, dan foto lokasi masa kini dari kota yang tinggal reruntuhan saja.

Penuturannya pun runut, mulai dari pembangunan kota Pergamon, bagaimana altar tersebut digunakan, sistem ekonomi yang terdapat di sana, hingga proses ekskavasi situs yang dilakukan sejak tahun 1800-an.

The Metropolitan Museum of Art
Museum kelas dunia ini ada di New York, Amerika Serikat. Museum yang sering disingkat jadi The Met ini punya koleksi seni dari 5.000 tahun kehidupan manusia dari seluruh dunia.

Kamu bisa mengakses tur online The Met di laman berikut: https://artsandculture.google.com/partner/the-metropolitan-museum-of-art.

Ada sekitar 28 pameran online yang bisa kamu coba, salah satunya adalah soal musik dari waktu ke waktu.

Karena menggunakan fasilitas situs Google Arts & Culture, maka jenis pameran online-nya juga praktis dan mudah dijelajahi.

Bentuknya cukup interaktif. Selain menyediakan penjelasan berupa gambar alat-alat musik bersejarah, ada juga penjelasan dalam bentuk audio.

Penjelasan pertama adalah kurator dari The Met memberikan perkenalan soal pameran online ini.

Selain audio penjelasan, ada juga yang mengeluarkan suara alat musik kuno yang jadi koleksi The Met dimainkan, sehingga kamu bisa tahu seperti apa alat musik tersebut berbunyi.

Selain audio, ada juga konten video soal seruling kuno dari Dinasti Ming di China, biola klasik Amati yang dimainkan oleh seorang pemain biola berbakat, dan masih banyak lagi.

Source: kompas.com

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.