Sekolah Libur, Guru di Surabaya Bikin Disinfektan dan Hand Sanitizer Sendiri

Sekolah Libur, Guru di Surabaya Bikin Disinfektan dan Hand Sanitizer Sendiri

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Jakarta, Keberadaan hand sanitizer di Surabaya semakin sulit ditemukan. Beruntung, sudah ada banyak panduan membuat hand sanitizer dan disinfektan dari bahan yang mudah didapat di pasaran. Para guru dari SD Khadijah 2 Surabaya kompak memproduksi sendiri cairan disinfektan dan hand sanitizer.

Desi Nurtucha selaku guru IPA sekaligus pembuat cairan disinfektan dan hand sanitizer mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan lantaran keberadaan hand sanitizer yang mulai langka di pasaran.
“Nah salah satu cara untuk mencegah virus itu adalah dengan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer agar tangan tetap bersih. Karena sudah mulai langka dan harganya juga melonjak, jadi kami memilih untuk membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer sendiri,” ungkap Desi, Selasa (17/3).
Dalam proses pembuatan hand sanitizer, Desi menyesuaikan formulanya sesuai dengan pedoman dari WHO. Bahan yang diperlukan diantaranya etanol 96%, gliserol 98%, hidrogen peroksida 3%, dan air seteril atau aquades.
“Semua bahan tadi di masukkan satu per satu kedalam wadah, sesuai dengan takaran yang ditentukan. Setelah tercampur dapat dipindahkan ke dalam botol bersih, dan ditunggu selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol. Selanjutnya baru bisa digunakan,” jelasnya.

Bahkan saat ini, pihaknya menuturkan jika telah memproduksi 20 liter cairan disinfektan dan 2 liter hand sanitizer.

Dimana cairan disinfektan tersebut akan disemprotkan ke seluruh lingkungan sekolah, mulai dari kelas hingga kamar mandi. Sementara untuk hand santizer, akan diletakan di setiap sudut sekolah.
“Penyemprotan disinfektan ini akan kami lakukan dalam minggu ini selama beberapa kali. Mumpung anak-anak juga masih libur,” tuturnya.
Selain membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer, pihaknya juga akan membuat wastafel portable yang akan diletakkan di beberapa titik di lingkungan sekolah.
Dengan adanya kebijakan itu, pihaknya berharap para siswa bisa terhindar dari kuman, bakteri, serta virus yang dapat menyerang daya tahan tubuh.
“Jadi ini merupakan salah satu cara yang kami lakukan untuk mencegah COVID-19. Kami juga selalu menghimbau anak-anak agar menerapkan hidup bersih dan sehat, serta rajin mencuci tangan,” pungkasnya.

sumber : kumparan.com

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.