Sempat Diperingatkan Warga, Susur Sungai Tetap Lanjut dan Tidak Dipedulikan Pembina.

Sempat Diperingatkan Warga, Susur Sungai Tetap Lanjut dan Tidak Dipedulikan Pembina.

0
BERBAGI

KATAMEDIA-Jakarta, salah seorang korban selamat dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu, Tita Farza Pradita, bercerita tentang peringatan warga setempat terkait kegiatan mereka.

Tita, sapaan gadis itu, mengaku mendengar warga memperingatkan pembina Pramuka sebelum susur Sungai Sempor berlangsung.
Namun, peringatan tersebut disambut kata-kata tak enak dari pembinanya.

Tita tak menyangka akan mengalami kejadian mengerikan saat menyusuri Sungai Sempor bersama rekan-rekan sekolahnya dan adik-adik kelasnya.

Di tengah derasnya arus, Tita mengerahkan tenaganya untuk menolong teman dan adik kelasnya. Tetapi karrna derasnya arus, mereka terhantam dan terseret asus hingga beberapa mater.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 10 siswa ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara itu, puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka.

Polisi telah menetapkan satu orang pembina sekaligus guru SMPN 1 Turi berinisial IYA sebagai tersangka.

IYA dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal Dunia.Polisi juga menjerat IYA dengan Pasal 360 KUHP mengenai Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Luka-luka. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.