Ajakan Mereduksi Hoax dan Mewaspadai Provokasi, Forum Literasi Menggelar Diskusi Publik

    0
    BERBAGI

    KATAMEDIA.CO –  Menjelang perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2019, Forum Literasi menggelar diskusi publik guna mereduksi hoax dan mewaspadai provokasi yang mengancam keutuhan NKRI.

    Acara yang digelar di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (21/11), mengusung tema “Peran Media dalam Mereduksi Hoax dan Mewaspadai Provokasi yang Mengancam Keutuhan NKRI”.

    Diskusi dihadiri oleh Ilham Safutra (Kepala Liputan Jawapos.com), Kesit Budi Handoyo (Sekretaris PWI DKI Jakarta), Adi Prayitno (Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia) dan Sultan Rivandi (Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah).

    Dalam keterangannya, Adi Prayitno mengajak semua elemen untuk jangan pernah hidup aneh-aneh, yaitu hidup yang tidak sesuai dengan pemikiran dan kapasitas, jangan memposting hal-hal yang belum kita paham. Lebih baik kita posting hal-hal yang berlandaskan hukum.

    “Orang-orang lebih cenderung untuk show up, ingin menjadi yang pertama, yang paham, yang duluan, hanya untuk eksistensi dan nyari panggung. Aneh jika mahasiswa tidak rasional, ruang medsos mahasiswa harus akademis.” tutur Adi Prayitno.

    Ilham Safutra mengatakan bahwa perkembangan digital ini menjadi celah untuk orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang akhirnya membuat media pers tidak dipercaya.

    “Ketika menemukan tautan yang tidak jelas yang tulisannya berantakan, saya pastikan itu bukan media pers. Pelajari setiap konten yang kita terima.” tambahnya.

    Sekretaris PWI DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, menyatakab bahwa pers bisa menjadi garda terdepan untuk memberantas hoax. Hoax di pilpres kemarin, hoax yang lumayan besar tetapi ada penurunan hoax pasca pilpres. Pers punya tanggung jawab untuk mereduksi hoax, harus diuji dulu soal berita, diteliti dan jangan langsung diwartakan.

    Selain itu, Sultan Rivandi mengajak kita semua harus memiliki pikiran dasar soal bagaimana memahami sosial media. Jadikan diri kita sebagai pengguna medsos yang mencerahkan bukan yang menggelapkan. Media sosial tidak tersekat oleh garis teritori, atau batasan-batasan maka dari itu kita harus membatasinya dari tindakan yang tidak patut.

    Dengan diadakannya diskusi publik ini, kedepannya media massa sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini juga merupakan bentuk perlawanan terhadap informasi palsu atau hoax salah satunya disebarkan oleh kelompok separatis yang ingin membuat kisruh bumi Papua.

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.