Januari 2020 Minyak Goreng Curah Dilarang di Indonesia

    0
    BERBAGI

    KATAMEDIA.CO – Pemerintah bakal melarang penjualan minyak goreng curah per 1 Januari 2020. Sehingga, produksi hingga peredaran di pasaran minyak goreng tak berlabel ini pun harus dihentikan.

    Merespons hal itu, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, pihaknya siap menjalankan aturan yang sebetulnya telah diwacanakan sejak 2014 tersebut.

    “Itu program udah dari tahun 2014, kita minta undur (ketika itu) supaya pabrikan siap. Waktu tahun 2018 kita bilang ke Menteri Enggar, 1 januari 2020, kita siap,” kata Sahat melansir katamedia kumparan, Minggu (6/10).

    Sahat pun sepakat dengan adanya aturan itu. Pasalnya, Ia menilai hal itu memang bertujuan agar kualitas minyak goreng yang beredar di masyarakat lebih terjamin, yaitu melalui minyak kemasan yang berizin dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Menurut data GIMNI, kebutuhan minyak goreng yang selama ini disuplai pihaknya sekitar 4,2 juta ton pertahun.

    “Minyak goreng kemasan ini, Pak Menteri minta supaya ada kemasan ukuran seperempat liter, setengah liter, itu dengan demikian masyarakat bisa mudah membelinya,” kata dia.

    Ia menambahkan, sudah ada mesin untuk mengolah minyak goreng curah supaya memenuhi standar SNI. Jadi, produsen minyak curah tak perlu gulung tikar gara-gara kebijakan baru ini. Para produsen mengolah minyak curah bisa mengolah menjadi minyak goreng kemasan menggunakan mesin Pengemas Minyak Goreng buatan PT Pindad. Yaitu, Filling Machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-o).

    Hingga saat ini, kata dia, sudah ada ribuan mesin Pindad yang beroperasi di seluruh Indonesia misalnya seperti di Manado ada 600 unit, di Asahan Sumatera Utara 1.200 unit dan lainnya.

    “(Tapi) Masih kurang (memenuhi kebutuhan pasar nasional), 18 ribu unit mesin (lagi),” katanya.

    Dengan sistem kerja AMH-o, maka penyaluran minyak goreng bisa dilakukan dalam wadah ukuran 18 liter atau 25 liter sesuai dengan merek dagang produsen ke kantong kemasan dalam beberapa takaran mulai dari 250 ml, 500 ml sampai 1.000 ml, melalui filling oil system yang terdiri dari pompa, pipa fleksibel, katup solenoid dan flow meter.

    “Sehingga, ke retail tidak ada lagi minyak curah berupa jerigen, 1 produsen yang pakai mesin pindad ini bisa pegang 4-5 merek yang sesuai SNI dari UMKM,” pungkasnya.

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.