KOHATI MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN YANG DIRASAKAN

KOHATI MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN YANG DIRASAKAN

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Himpunan mahasiswa Islam merupakan organisasi kemahasiswaan yang tertua dan organisasi mahasiswa yang eksistensinya sudah sangat tinggi. organisasi ini adalah organisasi yang bersifat independen dan berazaskan Islam. Dalam struktur nya HMI Ada di tingkatan Pengurus Besar (PB), Badan Koordinasi (Badko), Cabang dan Komisariat.

Pada tanggal 1 – 4 september 2019, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Sidang Pleno II di Bogor.

Didalam HMI ada beberapa forum pengambilan keputusan dan evaluasi, salah satu nya adalah melalui Sidang Pleno. Pada Sidang Pleno II kali ini PB HMI mengundang HMI Cabang dan Badko seluruhnya. Selain itu kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Badan Koordinasi Nasional dan Badan-badan Khusus PB HMI.

Bukan menjadi rahasia lagi kondisi internal HMI terkhusus PB HMI kini sedang mengalami sedikit guncangan. Pada forum Pleno tersebut masing – masing Badko dan Badan-badan di tingkatan PB HMI menyampaikan laporan dan evaluasi nya, tidak terkecuali KOHATI PB HMI. Kohati adalah salah satu badan khusus yang berada didalam tubuh HMI yang berstatus Ex-Officio.

Dalam laporan nya Siti fatimah Siagian selaku Ketua Umum Kohati PB HMI mengatakan bahwa dengan terjadinya konflik ditubuh PB HMI itu sangat mempengaruhi posisi / eksistensi Kohati secara kelembagaan. “Muslimah berkualitas insan cita merupakan tujuan Kohati yang harus ditanamkan dalam setiap sanubari kader HMI-Wati. Sejatinya kami menyadari bahwa kami haruslah menjadi orang yang mampu menyatukan gerakan atau perjuangan diKohati demi perwujudan tujuan Kohati yang sudah lama dicita-citakan dan mampu menjadi akselerator tujuan HMI. Dinamika / masalah yang terjadi ditubuh HMI seharusnya tidak menjadi penghalang program Kohati namun karena keterbatasan kemampuan manajemen konflik yang kami miliki, akhirnya ada Kohati yang menjadi korban dari permasalahan tersebut. Meskipun demikian dari hati yang terdalam kami menyadari bahwa kami harus terus berusaha dan tetap bertanggung jawab menjaga keutuhan dan marwah Kohati secara khusus dan Himpunan secara umum.”

Dalam kesempatan tersebut Siti Fatimah juga menyampaikan harapannya, bahwa beliau berharap agar semua oknum yang menjadi sumber masalah yang kini melanda HMI segera bertanggung jawab karena telah merugikan organisasi. “Pada dasarnya kita berharap permasalahan yang terjadi ditubuh HMI saat ini segera selesai, untuk itu kepada orang – orang yang sudah menjadi penyebab masalah ini muncul, dengan gagah segeralah bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya. HMI ini organisasi yang mulia, sangat disayangkan kalau harus hancur perlahan – lahan hanya karena keegoisan pribadi oknum tertentu saja.” Tutupnya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.