Takut dengan Islam Malah jadi LGBT, Kok Bisa? Begini Kisahnya!

Takut dengan Islam Malah jadi LGBT, Kok Bisa? Begini Kisahnya!

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Muhammad Iqbal, Ph.D seorang owner Rumah Konseling membagikan dua buah kisah yang menurutnya perlu di informasikan kepada orang tua agar jangan alergi dengan Islam.

Kisah pertama, ada seorang ibu yang awalnya menyekolahkan anaknya ke sekolah SD Islam, namun karena maraknya isu radikalisme, sang ibu khawatir anaknya menjadi radikal dan anti kebhinekaan.

Hingga akhirnya ketika SMP ia menyekolahkan anaknya ke sekolah International.

Ibu itu bermaksud ingin anaknya memiliki wawasan global dan terbebas dari ajaran Islam yang dianggapnya berpotensi membuat anaknya radikal.

“Namun justru ibu itu datang bersama suaminya menemui kami  sambil menangis, karena anaknya didapati menjadi penyuka sejenis (lesbian), minum alkohol, pergaulan bebas, merokok dan suka berbohong serta melawan orang tua karena kebebasan dan pergaulan di sekolah International tersebut.” Tutur Muhammad Iqbal, Ph.D

Kini si ibu menyesal karena dulu dia menjauhkan anaknya dari Islam.”Dulu saya takut kalau dia terus   di sekolah Islam, karena ramai isu Islam radikal, anti kebhinekaan, saya takut anak saya menjadi radikal” ungkap si Ibu.

Kisah kedua datang dari seorang kakak yang mengajak adiknya menemui saya untuk konseling. adiknya terkena HIV positif akibat hubungan seks bebas sesama jenis (gay).

Sang kakak menuturkan, awalnya ketika adiknya SMA di kampung, ia  aktif di Rohis, setelah adiknya lulus di PTN favorit di salah satu kota, si kakak berpesan agar selama kuliah di kampus tersebut  jangan ikut-ikutan organisasi Islam, karena dia takut sang adik terkena aliran sesat.

Namun hari ini justru sang kakak datang membawa  adiknya sambil menangis. “saya menyesal kenapa dulu melarang dia ikut organisasi keIslaman, namun tidak mengingatkan dia tentang bahaya kebebasan” ujarnya.

Dia mengaku lupa mengingatkan adiknya bahwa bahaya yang sebenarnya adalah komunitas homoseksual, pecandu narkoba dan miras dan kebebasan.

“karena tekanan, susah mendapat nilai, saya stres, saya meninggalkan shalat, akhirnya saya mulai  erokok lalu  minum alkohol, lalu mulai menonton video porno sebagai hiburan (saat ini adiksi) dan saya masuk dalam komunitas homoseksual melalui sosial media, saya tertarik mencoba  ternyata di kampus saya juga ada yang homoseksual dan akhirnya kami sering melakukan hubungan seksual sejenis dan beberapa orang teman saya pun saat ini tertular HIV Positif oleh saya”. Ujar sang Adik

Islam bukanlah agama teroris, Islam agama kedamaian.  jangan khawatir dengan Islam, karena Islam menuntun kita kepada jalan yang benar. Bersikap antilah kepada organisasi yang justru menjerumuskan anak kita kedalam kehancuran dan yang membahayakan NKRI. Organisasi yang justru  melucuti nilai-nilai moral tinggi dan berteriak seolah-olah mereka yang paling menyuarakan kebebasan.

Salam Hormat

Muhammad Iqbal, Ph.D

Owner Rumah Konseling

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.