Pedang Kuno Dan Permata Menjadi Saksi Pergantian Kekaisaran Jepang

Pedang Kuno Dan Permata Menjadi Saksi Pergantian Kekaisaran Jepang

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Sebuah pedang kuno dan kilau permata rahasia akan menjadi saksi sejarah ketika untuk pertama kalinya setelah dua abad, seorang kaisar Jepang turun tahta pada hari ini (30/4).

Benda keramat dalam kekaisaran Jepang tersebut akan dibawa masuk ke dalam Aula Pinus di Istana pada awal prosesi abdikasi Kaisar Akihito yang akan dimulai tepat pada pukul 17.00 waktu setempat.

 

Pedang dan permata tersebut akan ditaruh di dalam sebuah kotak yang diletakkan di depan ruangan paling mewah di dalam Istana Kekaisaran tersebut.

Aula Pinus alias “Matsu-no-Ma” merupakan satu-satunya ruangan di dalam Istana yang berlantaikan kayu dari pohon zelkova. Dinding ruangan itu juga dibalut kain berukir motif daun pinus.

Dalam ruangan tersebut, berdiri pula satu cermin keramat yang merupakan salah satu peninggalan sejarah yang juga harus selalu ada untuk menjadi saksi pergantian kekaisaran jepang.

 

Akan ada lebih dari 300 orang untuk menjadi saksi abdikasi bersejarah ini, termasuk tamu kehormatan dari belasan kerajaan, pemerintahan, pemimpin parlemen, hakim, hingga pejabat local beserta pasangannya.

 

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe juga akan mewakili rakyat dalam pidato yang akan dilontarkan tepat sebelum Akihito menyampaikan pesan terakhirnya sebagai kaisar.

Upacara ini memang akan menjadi kesempatan terakhir bagi Akihito untuk bertemu dengan para perwakilan rakyat sebelum ia turun takhta. Namun secara teknis, Akihito masih akan memegang Takhta Krisantemum sampai jarum jam berdentang menandakan pergantian hari.
Saat hari berganti, era kekaisaran Akihito yang diberi nama Heisei pun akan berakhir. Takhta Krisantemum akan berpindah tangan dari Akihito ke anaknya, Pangeran Naruhito.

Tepat tanggal 1 Mei, Naruhito akan memimpin kekaisaran era baru bernama Reiwa yang berarti harmoni indah. Pergantian kekaisaran ini akan diresmikan melalui upacara singkat yang dimulai pukul 10.30.

Pedang kuno, permata, serta cermin keramat kembali akan menjadi saksi perguliran takhta kekaisaran ini.Namun dalam upacara pentahbisan Naruhito ini, seorang petarung kekaisaran akan mempersembahkan pedang dan permata itu. Ia kemudian akan berdiri di depan cermin keramat dan merapalkan doa. Ritual ini disebut sebagai “pewarisan” cermin.
Naruhito tak diperkenankan mengucapkan satu patah kata pun dalam upacara yang tidak boleh dihadiri anggota perempuan kekaisaran ini. Tepat pada pukul 11.10, Naruhito baru akan menyampaikan pidato pertamanya setelah menyandang titel kaisar. Dalam pidato pertama Naruhito akan disambut pernyataan Abe yang lagi – lagi berperan sebagai perwakilan rakyat. Saat upacara tersebut selesai, Naruhito belum dapat muncul di hadapan public hingga 4 Mei, ia akan menyapa rakyat dari dalam balkon berlapis kaca saja. Puncak penerimaan kaisar baru Jepang akan digelar pada 22 Oktober, saat itu Naruhito akan diarak mengelilingi Tokyo dengan diiringi mobil.

SUMBER : CNNINDONESIA.COM

JVT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.