Larangan Memakai Cadar Pasca Bom di Sri Lanka

Larangan Memakai Cadar Pasca Bom di Sri Lanka

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  larangan memakai cadar bagi Muslimah dan segala bentuk pakaian lain yang menutupi wajah merupakan kebijakan dari Presiden Sri Lanka sendiri, Maithripala Sirisena. Kebijakan tersebut diterapkan sepekan setelah kejadian serangan bom pada peringatan Paska 21 April lalu.

Pernyataan dari Kantor Kepresidenan Sri Lanka menyebutkan larangan ini diberlakukan untuk memastikan keamanan nasional terjaga, dan tidak seorang pun harus mengaburkan wajah mereka untuk membuat identifikasi menjadi sulit.

Sirisena mengatakan dia menggunakan kewenangan daruratnya untuk menerapkan kebijakan ini. Dari pernyataan kantor kepresidenan larangan tersebut berlaku secara efektif mulai hari ini Senin (29/4).

Dari total 21 juta penduduk Sri Lanka yang mayoritas beragama Budha, 10 persen di antaranya merupakan umat Muslim.

Muslimah Sri Lanka jarang ada yang mengenakan cadar, niqab, dan penutup wajah lainnya. Hanya segelintir dari mereka melakukan itu.

Namun, bukan hanya pemerintahannya saja, sebelumnya sejumlah ulama dan pemuka agama Islam di Sri Lanka pun telah mendesak agar Perempuan Muslim untuk tidak menutupi wajah mereka. Karena kekhawatiran terkait serangan balasan pasca rentetan bom yang menerjang Kolombo, Negombo, dan baticaloa.

Peristiwa tersebut menewaskan 253 orang dan melukai sekitar 500 orang lainnya.

Menhan Sri Lanka sempat menganggap pengeboman itu merupakan bentuk balasan atar serangan ke dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada pertengahan Maret lalu. Apparat kini juga teruws memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.

Kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibarhim dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh Pemerintah Sri Lanka. Pemimpinnya yang bernama Zahra Hashim diduga merupakan otak dari serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La.

 

SUMBER : CNNINDONESIA.COM

 

(JVT)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.