Lima Penyebab ‘Human Error’ pada Penghitungan Suara Pemilu

Lima Penyebab ‘Human Error’ pada Penghitungan Suara Pemilu

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO-Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Sumita, mengatakan belum menemukan indikasi kecurangan pada banyaknya temuan kesalahan yang terjadi pada hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu 2019.

Menurutnya, hal ini masih disebabkan oleh kesalahan petugas atau human error itu sendiri. Kaka menyebut setidaknya adanya lima unsur yang menyebabkan kesalahan penghitungan suara kerap terjadi.

“Salah satunya masalah IT saja bisa menimbulkan problem. Kedua, sistem ini nampaknya juga kurang mampu membuat konfirmasi atau klarifikasi,” ujar Kaka

Kurangnya kemampuan konfirmasi dalam sistem input, lanjut Kaka, menyebabkan input data yang salah bisa masuk.

Selain dua hal tersebut, Kaka juga menyebutkan terkait traffic dan server Situng KPU. Menurut kaka, hal ini yang menyebabkan banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kelelahan.

Sebab menurutnya, sistem tersebut tidak bisa menerima data masuk terlalu banyak pada satu waktu sehingga menyebabkan petugas harus menunggu lebih lama untuk memastikan semua data masuk 100 persen.

“Tapi begitu di-upload mereka hanya bisa meng-upload berapa persen kadang-kadang hanya setengah dari semua C1 yang ada. Ini yang menyebabkan kelelahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kaka mengatakan faktor perekrutan dan pelatihan pun bisa menjadi sumber masalah. Kata dia, para petugas KPPS belum diberikan pengetahuan lebih detail tentang bagaimana melakukan input C1 dan terkait masalah teknis lainnya.

“Ternyata mereka hanya mendapatkan training seadanya bukan pelatihan dalam arti bagaimana meng-input dan lain sebagainya, nampaknya masih kurang,” ujar dia.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil menemukan total 708 kesalahan terkait proses rekapitulasi yang dilakukan KPU pada Pemilu 2019.

Dari jumlah tersebut, Ketua KoDe Inisiatif Very Junaidi mengatakan terdapat ratusan temuan C1 tertukar dan temuan C1 salah input.

“Yang tertukar itu ada 218 , ada juga C1 tidak jelas atau buram, terlipat. Terus ada juga tidak ada C1-nya, ” kata Ketua KoDe Inisiatif Very Junaidi dalam diskusi di Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

Sementara itu, data tersebut juga menunjukkan kesalahan terbesar terdapat pada C1 salah input dengan jumlah temuan 196, tidak ada C1 151, dan C1 tidak jelas/buram/terlipat dengan 106 temuan.

sumber : CNNINDONESIA.com

ptr

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.