Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir sebagai tersangka.

Sofyan merupakan tersangka keempat dalam kasus korupsi terkait pembangunan PLTU Riau 1. Dalam konferensi pers, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK mempelajari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan untuk tiga terdakwa lainnya.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain,” ujar Saut di Gedung KPK.

Berikut 3 tersangka lainnya yang sudah menjalani proses hukum di pengadilan:

1. Johannes Budisutrisno Kotjo Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo divonis 2 tahun 8 bulan oleh hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018).

Namun, oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hukuman Kotjo diperberat menjadi 4,5 tahun penjara. Hakim juga menghukum Kotjo untuk membayar denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam pertimbangan, hakim menilai Kotjo memiliki peran dominan untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang sangat besar.

Akibat perbuatannya juga membuat masyarakat Riau tidak dapat menikmati listrik. Hakim juga menilai Kotjo sebagai koruptor kelas kakap yang mengatur proses penganggaran, hingga penunjukkan pemenang proyek. Menurut hakim, hukuman 4,5 tahun penjara saja sebenarnya belum cukup memberikan rasa adil bagi masyarakat. Kotjo terbukti menyuap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sebesar Rp 4,7 miliar.

Uang tersebut diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1. Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

2. Eni Maulani Saragih Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta.

Politisi Golkar itu juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Eni Maulani yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar tersebut terbukti menerima suap Rp 4,750 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Selain itu, Eni juga terbukti menerima gratifikasi Rp 5,6 miliar dan 40.000 dollar Singapura. Sebagian besar uang tersebut diberikan oleh pengusaha di bidang minyak dan gas.

3. Idrus Marham Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Menurut hakim, Idrus terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar. Uang tersebut merupakan bagian yang diterima Eni Maulani dari pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus dinilai mengetahui dan menghendaki pemberian uang dari Kotjo kepada Eni. Salah satunya, uang tersebut untuk membiayai musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar

SUMBER : KOMPAS.com

PTR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.