Sepuluh Mata-Mata Paling Sukses Menjalankan Misi Spionase

Sepuluh Mata-Mata Paling Sukses Menjalankan Misi Spionase

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Dunia spionase atau mata-mata begitu terkenal di era perang dingin yang melibatkan rivalitas antara dua negara adikuasa Uni Soviet dan Amerika Serikat (AS). Padahal jauh sebelum itu profesi telik sandi juga sudah ada di muka bumi baik itu yang dikenal maupun anonim. Berikut ini 10 agen spionase paling sukses dalam tugasnya.

1. Richard Sorge (Mata-Mata Uni Soviet)

Begitu banyak mata-mata yang bekerja untuk Uni Soviet, namun hanya nama Richard Sorge yang paling terkenal. Richard Sorge merupakan mata-mata paling terkenal yang pernah dimiliki Uni Soviet. Sorge diberikan tugas memata-matai Jepang dan Perang Dunia II. Sorge lahir dan tumbuh di Azerbaijan. Jasa terbesar Sorge bagi Uni Soviet adalah dengan membangun jaringan mata-mata di Jepang. Sorge ditangkap pada 1941 dan dijatuhi hukuman gantung.

2. Sidney Reilly (Mata-Mata Ukraina)

Kepopuleran nama Sidney Reilly sudah menyebar ke beberapa negara di dunia. Bersama dengan Dusan Popov, Sidney Reilly juga dikatakan adalah inspirasi dari tookoh James Bond. Reilly adalah sosok mata-mata handal, berkharisma, penipu ulung, dan memiliki banyak akal. Reilly diketahui menjadi dalang di balik aksi menggulingkan pemerintahan Uni Soviet pada 1925. Sayangnya aksi tersebut tercium oleh pemerintah Uni Soviet. Reilly kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

  1. Frederick Joubert Duquesne (Mata-Mata Jerman)

Frederick Joubert Duquesne, dijuluki “Black Panther”, adalah seorang mata-mata Jerman selama perang dunia kedua. Dipicu oleh kebenciannya kepada Inggris dan perlakuan mereka terhadap anak-anak dan wanita Boer, ia berpaling ke spionase dan bertanggung jawab untuk menyampaikan rahasia-khususnya tentang persenjataan Sekutu dan pengiriman gerakan ke pasukan Jerman. Duquesne juga mendirikan organisasi “Duquesne Spy Ring”. Kemudian dia dan 33 anggotanya dijatuhi hukuman 300 tahun penjara.

4. Isabella Marie Boyd (Mata-Mata AS)

Isabella Marie Boyd dikenal sebagai salah satu mata-mata paling terkenal. Dia adalah mata-mata Konfederasi selama Perang Sipil Amerika dan mengungkapkan informasi berharga kepada Stonehall Jackson, yang merupakan Jenderal Konfederasi. Namun, dia ditangkap pada 1900 dan dipenjara selama satu bulan kemudian dibebaskan ketika dia berangkat ke Inggris.

5. Major John André (Mata-Mata Inggris)

Mayor John Andre adalah seorang jenderal Inggris yang terkenal di era 1750-1780. Ia berusaha melemahkan tentara Kontinental dan mencegah Amerika mendeklarasikan kemerdekaan. Dia tinggal di rumah Benjamin Franklin untuk waktu yang lama sebelum tertangkap. John berusaha membuat orang Amerika memberikan West Point, salah satu benteng utama yang dimiliki tentara Kontinental. Dia ditangkap segera setelahnya.

6. The Cambridge Five (Mata-Mata Uni Soviet)

The Cambridge Five merupakan julukkan untuk 5 orang Inggris yang berprofesi sebagai mata-mata untuk Uni Soviet. Kelima mata-mata tersebut adalah Kim Philby, Donald Duart Maclean, Guy Burgess, dan Anthony Blunt. Mata-mata kelima hingga saat ini indentitasnya masih belum diketahui. Semasa Perang Dunia II, The Cambridge Five membocorkan sejumlah informasi penting pada Uni Soviet. Selain bertugas untuk membocorkan informasi untuk Uni Soviet, The Cambridge Five juga diberi tugas memberikan informasi palsu untuk Nazi.

7. Nathan Hale (Mata-Mata AS)

Pria inilah yang menjadi cikal bakal mata-mata di Amerika Serikat. Nathan Hale yang merupakan seorang kapten pasukan Continental ketika masa perang Revolusi Amerika pada 1775 merupakan mata-mata terkenal pertama dari Negeri Paman Sam. Jika sebelumnya negara yang menunjuk orang menjadi mata-mata, justru Nathan Hale yang menawarkan sendiri menjadi seorang spionase. Hale yang diterima menjadi mata-mata Amerika, ditugaskan untuk mengumpulkan sejumlah informasi di Inggris. Aksi mata-mata Hale berhasil diketahui Inggris dan akhirnya Hale dihukum mati

8. Virginia Hall (Mata-Mata AS)

Dikenal dengan julukan “Artemis” di Jerman, Virginia Hall adalah seorang mata-mata AS yang bekerja dengan Operasi Khusus selama Perang Dunia II pada 1940 untuk sebuah divisi dari CIA. Usahanya termasuk membantu operasi Underground Prancis di Vichy dan sebagai koresponden perlawanan Prancis. Virginia dikenal sebagai “yang paling berbahaya dari semua mata-mata Sekutu”.

9. Klaus Fuchs (Mata-Mata Uni Soviet)

Klaus Fluchs, seorang fisikawan kelahiran Jerman yang ikut andil dalam pembuatan senjata fisi pertama dan model awal dari bom hidrogen. Setelah melarikan diri dari Jerman selama rezim Nazi , Fuchs bekerja di Inggris untuk proyek bom atom Inggris. Selama di Inggris, Fuchs berbalik menjadi mata-mata dan mulai memberikan informasi kepada Soviet. Ini berlangsung selama dua tahun, Fuchs terus memberikan informasi kepada KGB. Dia diinterogasi pada 1946 oleh pemerintah Inggris dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

10. Aldrich Ames (Mata-Mata Uni Soviet)

Mantan agen CIA Aldrich Ames ternyata mata-mata Uni Soviet pada 1985 setelah ditempatkan di Ankara, Turki. Dia awalnya dikirim untuk merekrut perwira intelijen Soviet, tapi kemudian dia membelot dan membeberkan rahasia AS ke Soviet karena krisis keuangan.

Ditugaskan di kantor CIA, Ames memiliki akses identitas agen CIA dan memberikan informasi ke Soviet tentang agen-agen CIA tersebut. Hal ini menyebabkan sekitar 100 agen CIA diincar dan tidak kurang dari 10 agen CIA terbunuh. Ames tertangkap oleh FBI dan pada 1994 dan dihukum penjara seumur hidup.

 

SUMBER : SINDONEWS.COM

 

UJANG

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.