7 Kalimat yang Gak Mungkin Dikatakan sama Orang Sopan

7 Kalimat yang Gak Mungkin Dikatakan sama Orang Sopan

0
BERBAGI

 

KATAMEDIA.CO – Menjaga sopan santun saat berbicara akan mempermudah orang dalam mengenali, ini semacam salah satu identitas diri. Orang yang bisa berucap dan berperilaku sopan lebih dihargai pada berbagai aspek dalam lingkaran hidupnya; mulai dalam hal pertemanan sampai pada pekerjaan.

Tapi sering gak disadari, minimnya empati dan perbincangan atas dasar basa-basi belaka; orang bisa semaunya sendiri dalam berujar kata tanpa memperhitungkan dirinya sedang berhadapan dengan siapa. Terlebih jika mereka mengomentari hal-hal yang bisa jadi akan menyinggung orang lain.

Seperti halnya beberapa kalimat di bawah ini, kalau kamu orang sopan biasanya kamu akan menghindarinya. Apa saja?

1. “Kamu kok iteman sih sekarang?”

Ada hal-hal yang boleh jadi biasa untukmu, tapi tidak bagi orang lain. Kamu tidak tahu alasan di balik perubahan warna kulit yang dialami seseorang. Boleh jadi mereka sedang bekerja terlalu lama di lapangan atau alasan-alasan lainnya yang kurang pantas untuk dihakimi. Maka sudah sewajarnya kamu tidak mengatakan hal-hal semacam ini, terlebih ketika kamu mengatakannya atas dasar basa-basi.

Tidak setiap orang bisa menanggapi dengan santai candaan atau apa yang kamu lontarkan, jadi alangkah lebih baik jika kamu berpikir dulu terhadap dampak yang kamu timbulkan sebelum berbicara.

2. “Jomblo terus gak capek nih?”

Orang punya konsentrasinya masing-masing, tidak bisa kamu samakan satu dengan yang lain. Kebahagiaan seseorang bukan hanya dilihat dari keberhasilan membangun hubungan, tapi juga berbagai aspek lain dalam hidupnya. Kalau ada temanmu yang belum ada fokus buat menjalin hubungan, kamu gak perlu yang sampai bilang kata-kata seperti ini hanya karena kamu mampu dan selangkah lebih jauh dari mereka.

Apalagi jika tidak begitu mengenal lawan bicaramu, zaman sekarang sudah tidak relevan untuk mengomentari orang dengan kata-kata seperti ini. Alangkah lebih bermanfaat jika kamu membicarakan perihal prestasi atau pencapaiannya yang lain.

3. “Ciyee yang masih belum move on.”

Belajarlah untuk menjaga kata-katamu dengan tidak mengucapkan kalimat seperti ini ke sembarang orang. Belum tentu orang yang kamu ajak bicara bisa menerima candaan atau basa-basi yang kamu lontarkan. Bisa jadi mereka juga sedang berjuang untuk membuka lembaran baru dan melupakan masa lalunya. Meskipun dia adalah sahabatmu, tidaklah sopan jika kamu terus menyerang dengan kelemahannya ini.

4. “Kamu kelihatan kurusan deh!” atau “Kamu kok tambah berisi sih sekarang?”

Kalau kamu masih sering menghakimi seseorang berdasarkan ukuran badan, atau kamu masih terbiasa berceletuk mengenai body shaming; coba mulai kurangi dari sekarang. Setiap orang punya cerita masing-masing perihal perubahan yang ada dalam diri mereka, dan kuranglah sopan ketika kamu seenaknya mengomentari dengan kata-kata seperti ini. Apalagi jika kamu kurang mengenal betul keadaannya, bisa jadi mereka tengah berjuang untuk sembuh dari penyakit tertentu; kamu belum tahu.

5. “Ditunggu undangan nikahnya ya.”

Kalimat sindiran seperti ini bisa jadi adalah harapan baik yang ingin kamu sampaikan, tapi ini sama saja seperti kamu membebani dan mendesak lawan bicaramu untuk melepas lajang. Padahal setiap orang punya timeline kehidupan masing-masing, bisa jadi lawan bicaramu itu juga tengah berjuang dengan hal ini.

Menanyakan perihal tanggal pernikahan pada temanmu tidak menjadikanmu lantas lebih baik dari mereka. Orang yang sopan tidak akan menanyakan hal-hal semacam ini.

6. “Kamu kok betah banget di kampus sih?”

Sudah tidak zaman lagi untuk mengomentari atau menanyakan perihal kelulusan oleh temanmu yang sekarang ada di penghujung semester akhir. Kalau kamu benar-benar peduli, kamu justru memberikan solusi atau membantu masalah akademiknya.

Orang juga punya target hidup sendiri, tidak bisa dinilai dari cepat atau lambatnya mereka saat menempuh pendidikan. Sadari bahwa membicarakan keluluasan bisa jadi akan menyinggung lawan bicaramu.

7. “Kamu udah cocok jadi Ibu kok.”

Secara tidak langsung, kamu yang bilang kalimat ini menunjukkan bahwa kamu menaruh harapan pada orang untuk segera dikasih momongan. Ini boleh jadi bukan apa-apa buatmu, namun bagi lawan bicaramu kalimat seperti ini bisa jadi akan menunjukkan kelemahan mereka.

Menjaga sopan santun saat berucap bisa kamu lakukan dengan lebih memfokuskan pada kelebihan lawan bicaramu, bukan kekurangannya. Ini barangkali karena tidak setiap orang bisa sepertimu yang kebal dengan candaan atau sindiran. Alangkah lebih baik jika kamu menyenangkan orang dengan menjaga perkataan dan tidak menambah beban pikiran mereka.

 

(SYD)

SUMBER: Idntimes.com

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.