Beras Yang Memiliki Kualitas Baik

Beras Yang Memiliki Kualitas Baik

0
BERBAGI

Katamedia.co – Anda sebaiknya mewaspadai beras yang warna putihnya kelihatan tidak alami. Dikhawatirkan beras tersebut diberi pewarna dari zat klorin. Putih dan pulen. Biasanya dua hal itu jadi syarat utama dalam memilih beras. Padahal kini itu saja tak cukup sebagai syarat beras baik dan berkualitas.

“Pada dasarnya tidak sulit membedakannya, antara lain dari baunya yang tajam. Kita juga perlu curiga kalau warna berasnya putih sekali atau putih pucat. Beras yang bagus putihnya alami dan tampak mengkilat,” kata Prof.Djoko Said Damardjati dari Pusat Riset dan Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Litbang Pertanian, dikutip Kompas.

Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, dr. Alyya Siddiqa, SpFK mengingatkan bahwa konsumsi klorin bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Mulai dari meningkatkan prevalensi asma pada anak, hingga kanker kandung kemih.

Ada dua hal yang menentukan baik buruknya kualitas beras, yakni kualitas gilingan, dan kualitas beras. Dalam sekantung beras berkualitas, Anda hanya akan menemukan sedikit beras patah, dan kotoran seperti batu kecil. Sedangkan dari sisi kualitas butir, fisik beras, kadar air, dan panjang berasnya bagus.

Lebih detailnya terdapat dalam penelitian dan standarisasi beras sehat dari Departemen Pertanian. Jadi, lain waktu Anda memilih beras, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

  1. Diliat dari penampakan beras
    Perhatikan juga butir beras. Jika banyak guratan garis memanjang dengan tekstur yang cukup jelas, dan meninggalkan bekas putih seperti tepung saat Anda remas, bisa jadi beras itu sudah berumur lama.
  2. Diuji dengan digigit
    Cara lain untuk menguji kualitas beras adalah dengan menggigitnya. Jika terasa keras dan tidak rapuh bisa jadi itu beras yang kualitasnya baik.
    Sebab, beras yang rapuh biasanya mengandung banyak air. Biasanya ini ulah oknum yang membasahinya guna menambah berat beras. Hindari beras seperti ini karena tak bisa bertahan lama saat disimpan.
    Pastikan beras bebas dari benda asing, seperti: batu, tanah, pasir, potongan kayu, potongan kaca, jerami, biji-bijian, serangga mati, dan lain-lain.
  3. Dipegang
    Saat Anda memegangnya, periksa apakah beras mengandung pelicin. Coba remas beras dengan tangan kering, pilih beras yang tidak banyak menempel pada tangan.
  4. Warna pada beras
    Seperti sudah diungkap di awal artikel, warna beras harus diperhatikan. Warna beras yang baik tidak kelewat putih, melainkan bening sedikit kekuningan.
  5. Aroma dari beras

Selain melihat, memegang, dan menggigitnya, saat memilih beras, Anda perlu membauinya. Pertama, untuk mengenali apakah beras itu sudah berumur terlalu lama. Beras yang berbau apak rasanya kurang enak, selain itu nasi juga jadi mudah basi.
Dari aroma beras juga Anda bisa mengenali wangi buatan. Jadi pastikan beras tidak kelewat wangi.
Beras wangi alami hanya Beras Pandan Wangi. Cirinya antara lain butirannya cenderung bulat. Jika beras selain jenis itu beraroma wangi, maka patut dicurigai.
Namun, aroma beras pandan wangi pun sebenarnya hanya bisa bertahan sekitar dua bulan. Lebih dari itu aromanya akan berkurang, baru bisa tercium setelah nasi matang.

 

SUMBER:  CRONOSAL.WEB.ID

(Dinda)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.