Kenapa Jakarta Macet Banget ?

    0
    BERBAGI

    KATAMEDIA.CO – Jakarta oh jakarta. Apalagi, kalau bukan yang terkenal banget sama kemacetannya. Menurut penelitian oleh Castrol, Jakarta adalah kota termacet di dunia. Tapi kemudian, kita semua bertanya, kenapa ya jakarta bisa macet banget? Apakah penyebabnya?

    Biasanya, Jakarta bakal macet banget pas jam-jam sibuk, yaitu jam 5-8 pagi dan 5 sore-8 malam. Rata-rata orang bakal menempuh perjalanan lebih lama yaitu 1 jam 8 menit karena terjebak kemacetan di Jakarta. Kalo mau ditotal, tiap tahun, orang-orang di Jakarta ngalamin macet selama 22 hari.

    Terus, udah kejebak macet itu, kita biasanya bakal ketinggalan momen-momen penting misalnya acara pernikahan, acara wisuda, sungkeman pas lebaran, atau pemakaman. Gara-gara macetnya yang luar biasa, Jakarta menempati posisi keempat di dunia sebagai kota yang paling macet. Nah, penyebab kemacetannya beragam, pendeknya ada tiga yaitu kurangnya transportasi umum, banyaknya orang yang beraktivitas di Jakarta dan belum ada aturan yang oke buat ngatasin kemacetan.

    Kurangnya transportasi umum

    Faktor pertama yang pasti adalah transportasi umum. Kita tahu sendiri, transportasi umum di jakarta, belum memadai. Masih banyak kendaraan umum yang dipaksa narik sama abangnya, padahal mesinnya udah megap-megap. Terus, pilihan transportasi umum juga belum begitu banyak, cuma naik kereta, atau bus. Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanannya sendiri, masih belum terjamin. Kita harus siap waspada kaya siskamling.

    Padahal, kata Ahok, di Hongkong aja 90% warganya pake transportasi umum. Sedangkan, di Singapura dan Mumbai, menggunakan transportasi umum sebanyak 50%. Gimana dengan Jakarta? Miris sekali, cuma 20% orang saja yang menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu, masih banyak yang perlu dibenahi dari transportasi umum Jakarta.

    Nah, kemudian apa yang terjadi? Orang berlomba-lomba beli sepeda motor dan beli mobil pribadi. Makanya, angkanya naik terus setiap hari, karena transportasi umum yang masih menjadi anak tiri. Ujungnya? terjadilah kemacetan panjang.

    Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta yang mencapai angka 12 hingga 13 % per tahun. Sedangkan, pertumbuhan ruas jalan hanya 0,01% per tahun. Itu artinya ada sekitar 6000 kendaraan baru tiap harinya di Jakarta, sedangkan panjang jalannya tetep segitu-segitu aja. Sangat mengerikan bukan?

    Mirisnya lagi, udah jalan sempit, masih aja ada mobil parkir sembarangan, angkot ngetem berjam-jam sampe PKL nekat nerobos jalan. Ini artinya satpol PP, masih punya banyak kerjaan. Oleh karena itu, jalannya udah sempit, terus pada jualan atau parkir sembarangan, belum lagi motor atau mobil yang lewat pun banyak, ngga heran kalo kemacetan di Jakarta malah tambah parah.

    Banyaknya orang yang lalu-lalang di Jakarta

    Tak hanya itu saja, kemacetan pun dikontribusikan oleh daerah sanggahan jakarta, bodetabek. Pada tahun 2014, BPS mencatat ada 2,4 juta orang dari Bodetabek yang menjadi komuter ke Jakarta. Itu artinya meskipun udah sumpek, Jakarta pun masih perlu menahan serbuan dari berbagai penjuru arah, yang pastinya bikin tambah tambah macet tiap harinya. Terus, sebagian besar orang-orang dari luar Jakarta pun juga menggunakan motor atau mobil pribadinya kalo mau pergi ke Jakarta, sehingga udahlah sumpek orangnya ditambah makin sumpek dengan kendaraannya.

    Tapi bukan salah mereka, untuk mencari kerja ke Jakarta. Salah kita sendiri, kita terlalu membangun apa-apanya semuanya ada di jakarta. Akhirnya semuanya jadi numpuk disini. Udah seharusnya pemerintah bangun fasilitas yang sama dikota-kota lain, bukan cuma Jakarta aja.

    Ngga pada tertib sama aturan

    Terus, apalagi yang bikin Jakarta tambah macet? Jawabannya adalah belum adanya kesadaran untuk tertib. Ketertiban hanya dianggap sebagai konsep. Misalnya kita tahu sendiri, lampu merah di Jakarta itu artinya lampu start untuk balapan, bukan lampu tanda berhenti.

    Selain itu, ngga cuma lalu lintas, tapi juga ketertiban birokrasi harus diperbaiki. Contohnya, birokrasi tentang penggunaan transportasi umum yang belum mengajak orang-orang buat naik angkutan umum. Padahal, menggunakan transportasi umum adalah salah satu solusi buat ngurangi macet di Jakarta. Terus juga, birokrasi buat ngatur lalu lintas di Jakarta juga berubah-ubah terus, contohnya, three in one.

    Bukannya macetnya ilang, malah makin tambah parah. Lalu, proyek pembangunan jalan tol dalam kota, sama bangun transportasi alternatif juga masih bergerak ditempat. Kenapa ya? Soalnya masih banyak mafia-mafia berdasi, yang nyamar membela rakyat, tapi kalo dikasih suap, malah bilang terima kasih. Akibatnya? Bertahun-tahun sudah Jakarta menanggung beban yang perih.

    Baru sekarang perencanaan tata kota dibenahi, birokrasi diberesin dan transportasi umum mulai diperbaiki. Tapi tentu saja, ngga ada yang namanya perubahan instan. Semuanya butuh proses dan waktu. Termasuk kita semua yang harus mau beraksi, dan sabar menunggu. Jadi ayo, sama-sama kita hadapi masalah ini, dan bangun Jakarta yang baru.

    Sumber : kata media kokbisa.id

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.