Mudahnya Orang Percaya Kepada Berita Yang Belum Pasti “Hoax”

Mudahnya Orang Percaya Kepada Berita Yang Belum Pasti “Hoax”

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Banyak kasus tentang penyebaran berita palsu atau yang biasa dibilang dengan berita ‘hoax’. Hoax sangat merugikan banyak orang yang apabila mudah percaya kepada berita hoax itu. Hoax pun menyebabkan banyak hal buruk atau pemicu putusnya pertemanan dan bisa membuat permusuhan.

Hoax ini sendiri sangat mudah dan cepat tersebar melalui saluran sosial media mau itu whatsapp, Line, Facebook, Instagram,  dan banyak sosial media yang lainnya.

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang mudah percaya pada Hoax, menurut pandangan psikologis.

“Orang lebih cenderung percaya Hoax jika informasina sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. Misal seseorang memang sudah tidak setuju terhadap kelompok tertentu, produk, atau kebijakan tertentu. Ketika ada informasi yang dapat mengafirmasi opini dan sikapnya tersebut, maka ia mudah percaya,” ujar Laras Sekarasih, PhD, dosen Psikologi Media dari Universitas Indonesia saat dihubungi Kompas.com, Dikutip dari Kompas.com.

Begitu juga sebaliknya, menurut laras, apabila ada seseorang atau pihak pihak yang setuju atau suka terhadapap kelompok, produk, dan kebijakan tertentu, dan jika menerima informasi yang sesuai dengan apa yang ia percayai, keinginan untuk melakukan pengecekan lebih detail terhadap informasi yang ia dapat lebih berkurang.

Penyebaran Hoax pun selain karena adanya rasa terafirmasi, juga dipengaruhi oleh anonimitas pada hoax sendiri.

“Sering kali ada awalan pesan ‘sekadar share group sebelah’.  Anonimitas ini menimbulkan pemikiran bahwa jika informasinya salah, bukan tanggung jawab saya, saya sekedar share,” ujar Laras Sekarasih.

Dan alasan yang kedua seseorang mudah percaya pada hoax bisa juga disebabkan terbatasnya pengetahuan si pembaca atau penerima informasi.

“Tidak adanya prior knowlede tentang informasi yang diterima bisa jadi memengaruhi seseorang untuk mudah percaya,” katanya.

Fakta yang menarik adalah tidak ada satu pun orang yang bisa atau dapat kebal terhadap hoax. Siapa saja pun bisa menjadi korban sesatnya informasi Hoax.

“Ketika berbicara soal media sosial, media digital, saya berpendapat, kita harus bedakan antara kemampuan mengevaluasi informasi dengan kemampuan mengoperasikan gawai. Seseorang yang tech savvy belum tentu information literate,” ujarnya.

(Rakha)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.