Ada Tantangan Makan Steak Jumbo dalam 15 Menit, Berani Coba?

Ada Tantangan Makan Steak Jumbo dalam 15 Menit, Berani Coba?

0
SHARE

KATAMEDIA.CO – Mukbang menjadi salah satu tren dalam dunia kuliner yang sedang banyak dicoba. Tantangan ini mengharuskan Anda untuk makan dalam jumlah yang sangat besar bahkan bisa dibilang sangat tidak normal.

Nah, perkembangan tantangan ini pun makin pesat. Kini ada tantangan baru di mana Anda diharuskan makan daging Wagyu dalam porsi jumbo. Biasanya Anda makan dalam porsi 175 hingga 200 gram, kini Anda ditantang untuk memakan 1,2 kilogram wagyu!

Tantangan bukan hanya dalam porsi ukuran wagyu, tapi juga ada batas waktu yang diberikan. Para peserta harus menghabiskan daging wagyu dengan sayuran sebagai pendampingnya. Pemenang ditentukan dari siapa yang paling cepat dan paling banyak menghabiskan daging wagyu tersebut.

“Jumlah daging ditentukan 1,2 kilogram berdasar dari standar yang sudah ada sebelumnya. Untuk waktu, ditantangan sebelumnya kami berikan waktu 12 menit. Nah, karena kurang kami naikan jadi 15 menit di tantangan tahun ini. Semoga ada yang berhasil,” terang Operational Manager Abuba Steak Indonesia Rahmat Yasir di Abuba Steak Cipete, Jakarta Selatan Mengutip kata media okezone.com

Rahmat melanjutkan, untuk tantangan makan wagyu 1,2 kilogram dalam 15 menit ini, pemenang bakal mendapatkan uang tunai 10 juta rupiah. Perlu diketahui, pada tantangan tahun ini, peserta yang terdaftar ada 46 orang yang sudah dinyatakan lulus uji kesehatan.

Ya, uji kesehatan menjadi syarat utama untuk mengikuti tantangan yang sudah ada 4 kali ini. Untuk uji kesehatan, Dokter Umum RSUD Cempaka Putih dr Muhammad Faizal Rizal Sumantri, menjelaskan bahwa peserta harus sehat dan terbebas dari riwayat penyakit seperti kolesterol, asam lambung, dan jantung.

“Riwayat penyakit ini busa memperburuk kondisi peserta yang memaksakan ikut tantangan. Sebab, jumlah daging yang dimakan dalam porsi besar dan bisa langsung berdampak pada pasien. Nah, kalau yang tidak punya riwayat penyakit itu, sejauh ini tidak masalah,” paparnya.

Dr Riza melanjutkan, selain masalah itu, risiko kesehatan yang bisa terjadi pada peserta makan dalam jumlah besar adalah aspirasi. Kondisi ini terjadi ketika benda yang dimasukkan lewat mulut tidak masuk ke lambung, melainkan paru-paru.

“Hal ini bisa terjadi karena kondisi lambung sudah sangat penuh atau tidak pernah menerima benda banyak sebelumnya. Kalau sudah asiprasi, yang harus dilakukan adalah tindakan heimlich atau pengeluaran benda asing yang tersangkut di persimpangan antara jalur lambung dan jalur paru-paru,” terangnya.

Dokter Riza menambahkan, tanda-tanda seseorang mengalami aspirasi ini adalah dadanya sesak dan ini membuat pernapasannya menjadi sulit. Kalau sudah begini, yang terjadi berikutnya adalah jumlah oksigen yang diterima tubuh minim dan ini bisa berbahaya bagi otak.

(ALDI)

LEAVE A REPLY