Supaya Tak Bikin Emosi, Inilah Etika Membunyikan Klakson

Supaya Tak Bikin Emosi, Inilah Etika Membunyikan Klakson

0
SHARE

KATAMEDIA.CO – Setiap kendaraan memang dibekali dengan klakson. Tapi bukan berarti pengendara bisa membunyikan sembarangan.

Ada etika tertulis soal membunyikan klakson yang perlu diketahui oleh semua pengguna jalan. Seperti tertulis pada laman resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Agar tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indera dengar manusia, kekuatan bunyinya pun harus sesuai dengan aturan yang paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel,” begitu tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 69.

Klakson sangat berfungsi untuk kondisi-kondisi tertentu. Seperti untuk memberitahu pengguna jalan bahwa ada kendaraan lain yang sedang melintas.

Jumlah bunyi klakson pun memiliki arti, seperti mengutip dari laman resmi Suzuki Indonesia. Membunyikan sekali dianggap sebuah sapaan, dua kali diartikan panggilan atau meminta perhatian atau bisa juga sebuah ucapan terima kasih ketika menyalip kendaraan lain.

Penggunaan klakson juga bisa memancing emosi pengendara lain. Contohnya, membunyikan klakson dalam waktu yang lama tanpa putus. Tak hanya berisik, hal itu bisa memicu sebuah keributan di jalan raya.

Maka mulai sekarang bunyikan klakson kendaraan dengan bijak ya.

(ALDI)

LEAVE A REPLY