Bantaran Sungai Cisadane Tangerang Bakal Digarap Jadi Kebun Binatang Mini

Bantaran Sungai Cisadane Tangerang Bakal Digarap Jadi Kebun Binatang Mini

0
SHARE

KATAMEDIA.CO – Sejumlah bantaran baik sungai, situ ataupun embung bakal jadi proyeksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang.

Pada tahun mendatang Pemerintah Kota Tangerang akan melakukan beberapa terobosan baru.

Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota Tangerang, Tihar Sophian menjelaskan pihaknya tengah merencanakan pembangunan. Terutama di sejumlah bantaran Sungai Cisadane di Jalan Tangga Asem, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Nanti selain ada Puskesmas, kami juga akan membangun kebun binatang mini. Setelah sebelumnya juga dilakukan pembuatan mini zoo seperti di Taman Potret,” ujar Tihar, Rabu (31/10/2018).

Kepala Seksi Perencanaan Pertamanan dan Dekorasi Kota pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Yulianto Wibisono menambahkan ke depannya jajarannya akan fokus kepada rebranding. Bagaimana untuk melakukan inovaso pembangunan pertamanan dan dekorasi Kota Tangerang.

“Yang pertama adalah konsep ruang terbuka biru. Yakni akan dilakukan penataan bantaran air. Seperti sungai, embung ataupun situ,” ucap Yulianto.

“Intinya kami akan memperindah dan mempercantik bantaran di Sungai Cisadane. Baik itu sungai, embung ataupun situ,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, selain melakukan penataan bantaran, pihaknya juga tengah meyiapkan sejumlah perencanaan. Di antaranya penataan alun-alun, pembuatan taman ramah anak serta kebun binatang mini.

Ada juga rebranding dekorasi kota. Jika sebelumnya Kota Tangerang banyak menggunakan warna orange dan hijau, ke depan akan menggunakan warna biru dan kuning.

“Kami memilih warna itu karena terlihat lebih eyecathcing, serta untuk mengubah nuansa baru. Jadi masyarakat juga tidak bosan dengan warna yang itu-itu aja,” kata Yulianto.

Dirinya juga mengungkapkan nantinya akan ada taman baru di tiap kecamatan. Taman ini merupakan taman dengan konsep Taman Hati Anak yang kepanjangan dari Taman Keanekaragaman Hayati dan Ramah Anak.

“Minimal lahannya 500 meter persegi. Kami akan memaksimalkan lahan yang sudah ada dan merupakan aset pemerintah. Jadinya, tiap kecamatan punya,” paparnya.

(ALDI)

LEAVE A REPLY