Siswa SMA Saling Berbagi Video Porno dan Ajak Mesum Temannya Via Grup...

Siswa SMA Saling Berbagi Video Porno dan Ajak Mesum Temannya Via Grup WhatsApp

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menemukan tindak asusila melalui grup aplikasi percakapan whatsapp (WA) yang beranggotakan para siswa satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan.

Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu, para anggota saling berbagi video porno hingga ajakan untuk berhubungan badan.

“Isi tidak sepantasnya dalam WA grup diketahui saat salah satu anggota grup terkena razia guru setempat. Saat handphone yang bersangkutan diambil guru akhirnya terbongkar isi chat grup itu,” kata Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Muhammad Rozak, di Cikarang, Kamis (4/10).

Rozak menjelaskan grup itu bernama “All Stars” beranggotakan para siswa dan siswi kelas IX dari berbagai jurusan di salah satu SMP di Cikarang Selatan, seperti dikutip dari Antara.

“Ditemukan ada 42 video porno di grup WA itu. Kemudian ada ajakan mesum. Ajakan itu dikuatkan saat sang guru menelusuri lebih jauh dan ditemukan ada obrolan pribadi via WA yang mengajak berbuat mesum, siswa dan siswi yang masih satu sekolah,” katanya lagi.

Selain hal yang berbau mesum, didapati pula percakapan ajakan untuk melakukan tawuran. Ada juga foto siswa yang memegang senjata tajam di dekat sekolah.

“Dari hasil ini, tiga siswa terpaksa dikeluarkan oleh sekolah karena dinilai sebagai provokator sekaligus memang sering berbuat onar. Sedangkan sisanya berada dalam pengawasan sekolah,” katanya pula.

Rozak menambahkan temuan tersebut menjadi salah satu yang cukup menggegerkan bagi kondisi pergaulan anak. Lebih dari itu, tren anak berbuat asusila meningkat. Saat ini, anak-anak tidak lagi sekadar menonton video porno namun berusaha mempraktikkannya.

“Trennya memang demikian, tren yang mengkhawatirkan. Kalau sebelumnya banyak video porno yang bocor hingga ditonton anak-anak, sekarang trennya beda. Anak-anak tidak lagi menonton tapi melakukannya bersama teman-temannya,” katanya lagi.

Selain di Cikarang Selatan, Rozak mengaku temuan serupa juga didapati pihaknya di kecamatan lain.

“Di Kecamatan Tambun ada temuan sekelompok anak-anak remaja melakukan tindak asusila, mesum, secara bersama-sama ini. Kini kasusnya tengah kami tangani,” kata dia.

Dia melanjutkan berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan KPAD persoalan ini terjadi lantaran minim perhatian orang tua. Wujud konkretnya yakni tidak ada pengawasan dari penggunaan ponsel.

Menurut Rozak, hampir di seluruh kasus, terjadi lantaran tidak ada pengawasan dari orang tua. Ponsel yang dikuasai anak-anak itu dikunci dan kemudian orang tua tidak bisa melihat isinya. Ironisnya karena tahu dikunci, orang tua enggan mengecek isi chat di dalam ponsel itu.

Padahal, lanjut Rozak, semua informasi tentang bagaimana anak-anak berkomunikasi serta bergaul dengan teman-teman ada di ponsel tersebut.

“Ini kunci kenapa memang pengawasan orang tua itu minim. Ini konkret karena memang benar terjadi,” lanjut dia.

KPAD Kabupaten Bekasi mencatat pelaku kekerasan terhadap anak rata-rata masih berusia muda.  Jumlah kekerasan terhadap anak yang dilaporkan ke KPAD Kabupaten Bekasi tahun ini mencapai 39 kasus. Jumlah tersebut dipastikan meningkat dari tahun sebelumnya.

“Rata-rata usia pelaku yang melakukan kekerasan berusia 12-15 tahun,” ungkap Rozak.

Dia menambahkan, pelaku yang berusia muda itu terlibat beberapa kasus di antaranya dalam kasus pengeroyokan, pencurian hingga kekerasan seksual.

“Kebanyakan kasus terjadi di wilayah perkotaan dan padat penduduk seperti Kecamatan Tambun Selatan, Cikarang Barat, Babelan, Tambun Utara, dan Cibitung. Penyebab utama dari banyaknya kasus kekerasan itu karena kurangnya perhatian dari orang tua,” jelas dia.

(ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.