Amankan Bentrokan Warga di Papua, Satu Polisi Tertusuk Panah di Mata

Amankan Bentrokan Warga di Papua, Satu Polisi Tertusuk Panah di Mata

0
SHARE

KATAMEDIA.CO – Bentrok dua kubu pendukung dan kontra Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang pecah, Selasa (2/10/2018).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal menyebut bentrok Kedua kubu yakni antara massa Yance Tapyor yang merupakan kontra Bupati Pegunungan Bintang, dan massa dari Andi Balyo yang merupakan pendukung Bupati Pegunungan Bintang bermula saat kelompok kontra Bupati akan menjemput rombongan anggota DPRD di bandara Oksibil.

“Massa sekitar 1.000 orang mendatangi Bandara Oksibil untuk menjemput rombongan anggota DPRD, namun rombongan yang akan dijemput tidak ikut dalam penerbangan itu,” kata Kamal.

Selanjutnya, kelompok ini kecewa dan melarang penumpang pesawat Trigana Air Flight Pertama PK – YSK turun, dan meminta kembali ke Jayapura.

“Mereka juga mencurigai ada dua orang wartawan dalam rombongan itu, sehingga mereka minta pesawat dan penumpang kembali ke Jayapura,” ucapnya.

Atas peristiwa tersebut, Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Tofan Iridiyanto, S.Sos melakukan kordinasi dengan saudara Yance Tapyor dengan kesepakatan bahwa penumpang lainnya tetap diperbolehkan ke Oksibil, sementara dua orang yang oleh warga disebut wartawan diminta kembali ke Jayapura.

“Akhirnya dua orang yang dicurigai sebagai wartawan di berangkatkan kembali ke Jayapura, dengan pesawat itu juga, pada pukul 09.40 WIT,” katanya.

Massa membubarkan diri dari Bandara Oksibil, dan kembali ke titik kumpul semula di Jalan Pasar Mabilabol. Namun massa dari pendukung Bupati kemudian melakukan penyerang kepada kelompok kontra.

“Sekitar 500 massa pendukung, menyerang masa kontra Bupati dengan panah. Dan dibalas dengan lemparan kayu dan batu oleh massa kontra bupati,” lanjut Kamal.

Aksi saling serang berlanjut hingga kelompok pendukung Bupati melakukan pembakaran kediaman Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang Piter Kalakmabin.

“Anggota Polres Pegunungan Bintang di backup Brimob BKO mencoba menghalau aksi dua kubu ini, namun massa tidak terkendali. Dua polisi menjadi korban dan 5 unit rumah dan 5 unit kios ludes dibakar,” jelasnya.

Dua anggota polisi yang menjadi korban adalah Kasat Lantas Polres Pegunungan Bintang AKP Amon Ruwayari, mengalami luka panah di bagian paha kanan dan Anggota BKO Brimob Brigpol Dolfis Wambonggo, mengalami luka panah di bagian mata sebelah kanan. Dari pihak masyarakat 5 orang mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Oksibil.

“Untuk meredam aksi anarkis, dan tidak terjadi gesekan kembali, kita melakukan penebalan personel dengan mengirimkan 1 SST Brimob Polda Papua kesana. Kita juga merangkul para tokoh agar permasalahan bisa di selesaikan dengan jalan damai,” ucapnya.

(ALDI)

LEAVE A REPLY