Ini Strategi Kementerian Pertahanan Hadapi Gugatan Avanti Soal Satelit

Ini Strategi Kementerian Pertahanan Hadapi Gugatan Avanti Soal Satelit

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Perusahaan operator satelit asal Inggris, Avanti Communications Group menggugat pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dengan tudingan belum memenuhi kewajiban membayar sewa satelit L-band Artemis yang ditempatkan di slot orbit 123 derajat Bujur Timur.

Diketahui Avanti Communication menuntut ganti rugi kepada pemerintah RI senilai US$17,08 juta atau Rp237,5 miliar. Indonesia dinilai tak bisa membayar sewa satelit Avanti.

Menghadapi gugatan tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan telah menyiapkan dua strategi.

Strategi pertama Kemenhan adalah non-litigasi, yakni penyelesaian persoalan melalui jalur perdamaian atau negosiasi.

Namun, agar strategi ini dapat berjalan dibutuhkan anggaran yang harus dipenuhi dalam waktu yang terbatas.

Sedangkan, strategi kedua adalah litigasi, yaitu penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.

Dalam keterangan pers yang diterima katamedia.co Saat ini Menhan telah bekerja sama dengan Jaksa Agung RI dengan memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Jaksa Agung sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk mewakili pemerintah guna menghadapi arbitrase internasional, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 dan PP Nomor 38 Tahun 2010.

Hingga saat ini, Kemenhan menyebut proses sidang masih berlangsung, dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2018.

(ALDI) 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.