Melawan HIV, Pertarungan Paling Penting Bagi Magic Johnson

Melawan HIV, Pertarungan Paling Penting Bagi Magic Johnson

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Ya, pasti Anda semua sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata penyakit HIV. Tetapi, belum secara detail Anda mengetahui tentang penyakit HIV. Mungkin hanya 50 dari 100 orang yang mengetahui secara detail tentang penyakit HIV ini. Mari kita cari tahu lebih detail mengenai penyakit yang sangat mengerikan ini dan juga termasuk penyakit langaka. Apa sih penyakit HIV itu?

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam memerangi infeksi.

Tanpa pengobatan, orang dengan HIV dapat bertahan selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung pada jenisnya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi sistem kekebalan tubuh. Distribusi virus HIV bisa melalui darah, keputihan, dan ASI.

HIV bekerja dengan membunuh sel penting yang dibutuhkan manusia, salah satunya adalah sel T pembantu, Macrofaga, sel dendritik.

Pada tahun 2014, Joint United Nation Programme on HIV / AIDS (UNAIDS) memberikan laporan merah ke Indonesia terkait pencegahan HIV / AIDS. Pasien baru meningkat 47 persen sejak tahun 2005. Kematian akibat AIDS di Indonesia masih tinggi, karena hanya 8 persen orang dengan HIV AIDS (ODHA) yang menerima pengobatan antiretroviral (ARV). Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki jumlah penderita HIV terbanyak sebanyak 640.000 orang, setelah China dan India, karena ketiga negara ini memiliki populasi yang besar. Hanya saja prevalensi di Indonesia hanya 0,43 persen atau masih di bawah tingkat epidemi satu persen.

AIDS di Indonesia ditangani oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan memiliki Strategi AIDS Nasional untuk Indonesia. Ada 79 wilayah prioritas dimana epidemi AIDS tersebar luas. Kawasan ini menjangkau delapan provinsi: Papua, Papua Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jakarta, Riau, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Program pencegahan AIDS menekankan pencegahan melalui perubahan perilaku dan pencegahan komplementer dengan layanan perawatan dan perawatan. Program PEPFAR di Indonesia bekerja sama dengan hari ini. Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk di Indonesia hidup dengan HIV / AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, kecuali di Provinsi Papua, di mana tingkat epidemi diperkirakan sebesar 2,4%, dan cara penularan terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom.

Sekitar 4000 orang diprediksi mengidap HIV pada tahun-tahun pertama. Rata-rata pengidap HIV mempunyai harapan hidup lima tahun. Yang lebih parah, awalnya HIV lebih banyak ditemukan pada homoseksual. Kondisi ini mengakibatkan mayoritas orang dengan HIV/AIDS malu menceritakan penyakitnya kepada orang lain.

Jadi, di AS pun dulu orang-orang menganggap virus ini adalah hukuman Tuhan. Akan tetapi pada hari ini, 25 tahun silam, pebasket legendaris yang bermain untuk LA Lakers, Earvin “Magic” Johnson mencuri perhatian dunia. Dalam konferensi pers yang digelar di Inglewood, California, Pada 7 November 1991, Johnson pun mengambil keputusan berani, yaitu mengumumkan secara terbuka kepada publik bahwa ia mengidap HIV.

Keputusan ini membalikkan pandangan orang-orang yang menganggap HIV adalah sebuah penyakit kaum homoseksual berkulit putih, sehingga kaum heteroseksual, atau orang berkulit hitam, tidak perlu khawatir akan terjangkit. Dan, keputusan terpahit pun harus di ambil olehnya, ia harus pensiun. Ketika ia mengumumkan positif HIV, AIDS telah telah menjadi penyebab kematian nomor satu untuk laki-laki yang berusia 25 hingga 44 tahun. Di akhir tahun 1992, total 258 ribu orang didiagnosis dengan AIDS di Amerika Serikat dan 157 ribu di antaranya meninggal.

Pengumuman yang dilakukan Johnson dilakukan di tengah-tengah epidemik AIDS, ketika masyarakat tak tahu bagaimana penyakit tersebut bisa tersebar. Kisah hidup Magic Johnson mengubah semuanya.

Dua puluh tiga tahun berselang sejak melakukan pengumuan penting itu, Johnson masih berlari kencang. Hidupnya tak berakhir setelah ia menaklukkan HIV.

Lelaki yang kini berusia 56 tahun itu aktif melakukan aksi pencegahan HIV/AIDS dan memberikan pelajaran mengenai bagaimana cara melakukan hubungan intim yang aman, di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, filantropis, dan pembicara motivasi. Bukan berarti pertarungannya melawan HIV berlangsung gampang.

Johnson bahkan pernah mengatakan bahwa ia merasa hidupnya akan berakhir ketika sang dokter pertama kali memberitahukannya tentang hal itu. Berdasarkan yang dilansir dari ESPN FC, Dokter Michael Mellman, tim dokter Lakers, adalah orang pertama yang menerima hasil tes yang menunjukkan Johnson positif HIV, yang dapat berujung pada AIDS. Via sambungan telepon, Mellman langsung menghubungi Johnson yang sedang berada di Salt Lake City untuk melakukan pertandingan eksibisi melawan Utah Jazz. Mellman tak ingin berbicara banyak di telepon agar tidak membuatnya terlalu khawatir, dan memberitahu Johnson bahwa ia harus lekas kembali ke Los Angeles (LA). Pebasket bertinggi badan 2,06 meter itu mendapat pesawat ke LA dan segera menuju kantor Mellman. Di sana, di dalam kantor Mellman, dunia Johnson berubah. Hidupnya tidak akan seperti biasanya lagi. Ia positif terkena HIV. Suatu hasil yang mengejutkan karena pada saat itu banyak orang percaya bahwa hanya kaum homoseksual yang dapat terkena penyakit mematikan itu. Pada saat itu Johnson sadar bahwa penyakit itu telah merayap ke dalam dunianya, dunia olahraga. Mellman dengan berat hati menyampaikan kepada Johnson bahwa ia tidak dapat lagi bermain basket, bahwa ia akan pensiun, bahwa ia harus tetap kuat untuk melawan penyakit ini, untuk memperpanjang hidupnya selama ia bisa. Kata-kata Mellman membuat Johnson mati rasa. Ia tidak percaya akan kenyataan terkena positif HIV dan harus pensiun dari permainan yang sangat ia cintai. Tapi bukan hanya basket yang berada di pikiran Johnson. Ia teringat pada istrinya, Cookie, yang sedang hamil. Ia harus memastikan Cookie tidak tertular, dan bayinya aman.

Beberapa waktu kemudian baru diketahui kehidupan pribadi Johnson yang pernah gonta ganti pasangan sex. Atlet kelahiran Lansing, Michigan itu berhubungan sex dengan lima wanita selama karirnya di Lakers. Beberapa waktu kemudian baru diketahui kehidupan pribadi Johnson yang pernah gonta ganti pasangan sex. Atlet kelahiran Lansing, Michigan itu berhubungan sex dengan lima wanita selama karirnya di Lakers.

Tak mudah bagi Johnson untuk berdamai dengan hasil positif HIV tersebut. Ia dengan segera meminta hasil tes kedua, yang kemudian juga berujung positif. Johson masih tidak percaya dan ia meminta untuk tes untuk ketiga kalinya. Selama menunggu hasil tes ketiga, lebih dari seminggu Johnson tidak masuk dalam susunan pemain Lakers dan tidak ada satu orang pun selain Keluarga Lakers yang tahu tentang yang sebenarnya sedang terjadi. Pihak tim mengatakan Johnson memiliki sebuah virus dan bahwa ia kehilangan berat badan dan melemah.

Pada 5 November 1991, saat Lakers bersiap-siap untuk melawan Los Angeles Clippers dalam pertandingan ketiga dari musim reguler, Johnson mengatakan kepada para awak media bahwa ia merasa lebih baik namun belum pulih dari flunya. Pelatih Lakers kala itu, Mike Dunleavy, memberitahu pada media bahwa ia berharap Johnson dapat bertanding di laga tersebut. Di tanggal itu pula hasil tes ketiga akhirnya tiba, dan kali ini pun hasilnya positif. Saat itulah Johnson menerima bahwa ia herus menyampaikan pada dunia ia positif HIV dan harus pensiun dari NBA.

Pagi hari pada 7 November 1991 di LA, tim media Lakers memberikan pengumuman bahwa pukul dua siang di The Forum markas Lakers akan diadakan konfrensi pers tentang Johnson. Kala itu media hanya diberitahu bahwa Johnson sedang sangat sakit. Sebelum berbicara kepada publik, Johnson menelepon teman-temannya satu demi-satu Larry Bird, Isiah Thomas, Michael Jordan dan Pat Riley — untuk memberitahu bahwa ia akan pensiun, bahwa ia positif HIV. Johnson ingin mereka mendengar darinya dan bukan dari media. Johnson tiba di ruangan konferensi pers tengah hari. Ia datang dengan mengenakan jas dan dasi. Ia membuat berita geger bahwa ia mesti pensiun. Semua orang terkejut tak berdaya. Ruang media hening, tegang, saat Johnson masuk diikuti dengan para pejabat Lakers. Johnson naik ke podium. Laki-laki jangkung itu membungkukkan kepalanya dan berbicara dengan mikrofon dan memberi pengumuman. “Karena saya memiliki penyakit, saya akan pensiun dari Lakers,” katanya.  Ruang media penuh sesak tak bergerak, tertegun, mati rasa. Air mata menggenang di mata banyak orang di dalam ruangan.

Karier pebasket yang tiga kali meraih MVP NBA tersebut akan berakhir. Tapi tidak ada air mata di mata Johnson. Dengan tenang Johnson mengatakan bahwa ia akan berjuang memerangi penyakit mematikan tersebut. Ia juga menegaskan akan menjadi seorang juru bicara nasional tentang HIV karena ia ingin orang-orang muda mengerti bahwa seks yang aman adalah salah satu cara untuk terhindar dari penyakit itu. “Saya katakan di sini bahwa penyakit ini dapat terjadi kepada siapa saja, bahkan saya, Magic Johnson,” katanya. Johnson kemudian menceritakan bahwa kondisi istrinya, Cookie, dan calon putranya baik-baik saja dan tidak ada satu pun dari mereka yang positif HIV. Di depan mata dunia, Johnson menolak untuk bersedih atau mengasihani dirinya sendiri. Ia telah menerima bahwa sejak saat itu hidupnya memang akan berubah. Johnson tersenyum. Ia memandang penuhnya ruangan oleh para media, penggemar, teman-teman, dan rekan-rekan satu tim nya dan berkata,

“Ini adalah tantangan lain dari hidup saya. Ini seperti menyenderkan punggung Anda ke dinding. Dan Anda harus berayun keluar. Dan itu yang saya lakukan.”

Dua puluh tiga tahun berselang, Johnson tetap berdiri tegak, menepati janjinya bahwa hidupnya akan terus berjalan, dan membuktikan bahwa seorang manusia mungkin mengalahkan penyakit HIV jika mendapatkan akses kepada pengobatan yang terbaik. Ia membuktikan bahwa dalam pertarungan paling penting dalam hidupnya melawan HIV, ia tetap keluar menjadi pemenang.

Apa yang Anda rasakan setelah Anda membaca tentang kisah hidup pemain basket terkenal yaitu, Magic Johnson. Apa saja yang Anda semua ketahui tentang penyebab terjadi nya penyakit langka itu? Ini dia 2 faktor yang menyebabkan terjadi nya orang terkena penyakit HIV, di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian untuk pengguna narkotika suntik (penasun). Dan ada juga informasi tentang penyebaran HIV, HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urine tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak.

Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:

Darah
Dinding anus
Air Susu Ibu
Sperma
Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:
Melalui luka terbuka di kulit.
Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.
Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.
Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.
Penyebaran HIV selain yang sudah dijelaskan diatas, ternyata ada salah satu penyebaran utama yang sangat berpengaruh sekali di hidup jika Anda melakukan hal ini. Yaitu, melalui hubungan sex secara bebas. Dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau melakukan seks dengan orang yang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.

Lalu, gejala apa saja yang dapat diketahui jika Anda terkena HIV. Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama, adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun.

Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Masa waktu inilah yang sering disebut sebagai serokonversi. Diperkirakan, sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:
Tenggorokan sakit
Demam
Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
Pembengkakan noda limfa
Penurunan berat badan
Kelelahan
Nyeri persendian
Diare
Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi, gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV. Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.
Tahap Kedua, Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebihl anjut selama bertahun-tahun. Periode ini disebut sebagai masa inkubasi, atau masa laten. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV, jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.
Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
Merasa kelelahan hampir setiap saat.
Berkeringat pada malam hari.
Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.
Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.
Sesak napas.
Diare yang parah dan berkelanjutan.
Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina.
Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.
Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat pada tahap ini. Misalnya kanker, TB, dan pneumonia. Tapi meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.

Nah, bagaimana perasaan Anda setelah membaca penjelasan diatas secara detail tentang HIV, mengerikan bukan? Agar Anda tidak terkena penyakit mengerikan tersebut, ini dia informasi yang harus Anda ketahui. Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi HIV adalah berhubungan seks tanpa kondom, dan berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. Anda bisa tertular jenis virus HIV lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi.
Inti dari penjelasan diatas.

Ini dia beberapa tips agar Anda terhindar dari penyakit HIV tersebut yaitu, yang utama adalah hindari lah sex bebas. Berteman lah secara sehat, jika ada teman Anda yang mengkonsumsi narkotika nasihati lah dengan baik dan ajak lah mereka untuk melakukan hal yang positif agar mereka bisa berhenti mengkonsumsi barang terlarang bukan untuk di jauhi. Dan jika Anda ingin menindik, datang lah ke rumah sakit terdekat yang sudah pasti menjamin diri Anda terhindar dari HIV dan cari tahu dokter yang dapat melakukan penindikan. Dan juga, bagi Anda yang mempunyai teman postitif terkena penyakit HIV jangan pernah Anda jauhi, melainkan Anda berikan semangat agar mereka orang yang terkena penyakit tersebut tidak minder ataupun merasa terpojoki karena mereka terkena HIV. Atau bisa juga Anda beri pemasukan untuk dibawa kepada Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA). Sayangi lah mereka seperti layak nya orang yang tidak terkena penyakit tersebut.

(Hannum) 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.