Soekarno Mengeksekusi Mati Sahabatnya

Soekarno Mengeksekusi Mati Sahabatnya

0
SHARE
12 regu tembak yang bersiap melakukan eksekusi terhadap Kartosuwiryo.

KataMedia.co –  Peristiwa penangkapan Kartosuwiryo yang di lakukan oleh pasukan TNI di Gunung Geber, Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Ia pun harus dijatuhi hukuman mati karena ia melakukan pemberontakan terhadap Negara.

Namun hal yang menyedihkan dan kegelisahan melanda Bung Karno. Presiden pertama Republik Indonesia, karena terpidana hukuman mati tersebut tidak lain adalah sahabat karibnya. Hukuman mati akan  dilakukan ketika Soekarno menandatangani surat eksekusi Kartosuwiryo.

Soekarno merasakan pergolakan yang hebat di dalam dirinya, dimana ia harus mengeksekusi mati sahabat dekatnya. Dimana Kartosuwiryo sendiri adalah saudara seperguruan dan teman seperjuangan Soekarno.

Akibat pergolakan hati Soekarno, proses eksekusi mati Kartosuwiryo pun tertahan selama tiga bulan lama nya. Soekarno selalau menyingkirkan berkas kertas yang harus ditandatanganinya perihal eksekusi mati terhadap sahabatnya tersebut.

Sampai akhirnya Bung Karno merasa frustasi. Sehingga surat yang selalau berada dimeja kerjanya tentang eksekusi tersebut, ia lempar ke udara dan membiarkannya tercecer jatuh dilantai ruang kerjanya.

Sampai akhirnya, putri Soekarno menyadarkan nya. Megawati Sukarnoputri menggambarkan luhurnya hakikat dari pertemanan sejati, namun kembali mengingatkan ayahnya untuk menetapi dharmanya sebagai kepala Negara dan tidak mencampur adukkan antara tugas dan persahabatan.

Akhirnya, bulan Semptember 1962. Soekarno pun menandatangani kertas berkas eksekusi mati tersebut setelah Soekarno lama termenung dimeja kerjanya. Dalam renungannya, ia mengingat hari-hari dimana Soekarno bersama Kartosuwiryo di masa muda. Soekarno teringat canda dan tawa, dimana terjadinya diskusi tentang politik, agama, kebangsaan dan apa saja yang menyangkut kebersamaan mereka dimasa lalu.

Menurut Roso daras, dalam bukunya yang berjudul Bung Karno vs Kartosuwiryo. Ia mencetikana bahwa Soekarno mengambil selembar foto Kartosuwiryo, dan menatapnya tanpa berkedip dengan air mata yang berlinang dipipinya. Sambil terus menatap foto sahabatnya tersebut, Soekarno tersenyum dan berkata “ Sorot matanya masih tetap sama. Sorot matanya masih sama. Sorot matanya masih menyinarkan sorot mata seorang pejuang”, ungkap didalam buku Roso daras.

Bungkarno kembali menangis akibat pergolakan hatinya, ia menangis didepan Mayjen S Parman (Asisten I/Menpangad) di satu pagi pada tahun 1962 ketika ia datang membawa surat keputusan eksekusi mati pada Kartosuwiryo.

Hukuman matipun akhirnya dilakukan terhadap Kartosuwiryo pada 5 Sempetember 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta. Setelah proses eksekusi tersebut usai, jenazah Kartosuwriyo disholatkan dan dimakamkan ditempat tersebut.

(Ariya)

Sumber : Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY