Sang Legenda Penyembur Berbisa, “Djoni Liem”

Sang Legenda Penyembur Berbisa, “Djoni Liem”

0
SHARE
pict by: i.ytimg.com

KATAMEDIA.CO – Sersan Mayor KKO (Purn.) Djoni Matius atau lebih akrab dengan nama “Djoni Liem” yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 April 1934. Djoni Liem adalah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut berdarah Tionghoa dengan nama aslinya Liem Wong Siu. Ia merupakan salah satu tokoh dalam Operasi Dwikora bersama Kapten KKO Winanto (Komandan IPAM saat itu).

Ia berasal dari Satuan Intai Amfibi Korps Marinir. Djoni memiliki julukan “Semburan Mulut Berbisa” Sebab djoni bisa meluncurkan jarum, mata kail pancing, silet dan beras dari mulutnya dengan jarak kurang lebih sekitar 30 meter.

Djoni Liem juga terlibat dalam Penugasan tempur dalam Operasi Penumpasan Pemberontakan mulai dari Operasi Dwikora, PRRI/Permesta, DI/TII, RMShingga Operasi Tempur di Aceh dan Operasi Seroja di Timor Timur.

Djoni Liem sempat divonis hukuman mati. Saat itu dia jadi bagian dari pasukan ‘elit’ yang ditugaskan ke Singapura dan Malaysia melakukan sabotase. Namun, dirinya selamat akibat situasi politik kala itu. Saat ini Djoni Liem berusia 83 tahun, ia tetap menjaga “sejnatanya” semburan jarum beracun.

Kata media news.detik.com, untuk bisa tetap menerapkan semburan jarum beracun, di usia senjanya Djoni Liem terus melatih kemampuannya tersebut. Kakek 5 anak dan 6 cucu ini tetap menjaga kondisi tubuhnya dan terus berlatih melakukan semburan jarum maut. Terkadang, melatih menyemburkan jarum beracun ke ayam. sekitar setengah jam, ayam tersebut pun mati.

“Jangan sampai punah. saya juga harus menjaga kondisi badan saya dan harus tetap jadi pegangan saya. setiap hari saya latihan pernafasan. Kalau tidak latihan, repot dong. jadi tetap latihan terus” ujar Djoni Liem.

Kemampuan yang dipelajarinya sejak umur 6 tahun dari teman engkongnya (kakeknya, red) telah menarik perhatian netizen di youtube sejak diupload di media sosial tersebut. Di kalangan AL, Djoni Liem juga turut menularkan kemampuannya kepada anggota Ipam (Intai Amfibi Korps Marinir) lainnya. “Latihan semburan ini memerlukan latihan fisik dan mental yang diatas rata-rata,” katanya.

Hingga saat ini, Djoni masih memiliki kegelisahan. Dia masih bingung dengan kepangkatannya. Terakhir sebelum ia pensiun, ia mengaku pangkat terakhirnya adalah Peltu (Pembantu Letnan Satu), namun saat ini masih Serma (Sersan Mayor). “Saya ingin kejelasan saat ini,” ungkapnya lirih. Namun yang jelas, ia tidak menyesal membela tumpah darahnya, karena merah putih ada dalam hati dan jiwanya. “Berjuang demi Negara!” pungkasnya dengan nada semangat.

(RANGGA)

LEAVE A REPLY