Umat Muslim Di Dunia Dianjurkan Berpuasa Muharam, Ini Keutamaannya

Umat Muslim Di Dunia Dianjurkan Berpuasa Muharam, Ini Keutamaannya

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Tepat pada Jumat Ini hingga besok umat Islam disunahkan menjalani ibadah puasa tasua dan asyura menurut ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Puasa di dua hari setiap tanggal 9 dan 10 Muharam tersebut sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang sangat besar. Tanggal tersebut jatuh pada tangga 29 dan 30 September 2017.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, Jumat (29/9/2017), puasa tasua pada 9 Muharam dianjurkan dijalankan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyelisihi puasanya Yahudi yang hanya pada 10 Muharam.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dijelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa asyura pada 10 Muharam, para sahabat juga diperintahkan melakukannya. Lalu ada beberapa sahabat yang melaporkan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”

Lalu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Jika datang tahun depan, insya Allah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”

Ibnu Abbas melanjutkan, “Namun belum sampai menjumpai Muharam tahun depan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat,” (HR Muslim 1.916).

Sedangkan puasa asyura setiap 10 Muharam disunahkan dilakukan karena bisa menghapus dosa satu tahun sebelumnya. Kemudian mengikuti Nabi Musa Alaihissalam yang melaksanakannya sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala terkait peristiwa Bani Israil diselamatkan dari kejaran musuh.

Dalam hadis riwayat Muslim nomor 1.162, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

Kemudian Imam an-Nawawi menjelaskan, “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar,” (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Lalu dalam hadis riwayat Bukhari: 2.004, Muslim: 1.130, Ibnu Abbas berkata, “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa asyura. Nabi bertanya: ‘Puasa apa ini?’ Mereka menjawab: ‘Hari ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah, dan kami pun ikut berpuasa.’ Nabi berkata: ‘Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa juga.” FATRYCIA

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.