Ini 4 Kekejaman Jepang Paling Tak Manusiawi Selama Perang Dunia II

Ini 4 Kekejaman Jepang Paling Tak Manusiawi Selama Perang Dunia II

0
SHARE

KATAMEDIA.CO – Hari ini, 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Indonesia merdeka tepat 72 tahun yang lalu.

Sebelum memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia sempat beberapa kali dijajah. Salah satu Negara yang menjajah Indonesia adalah Jepang.

Sebelum Jepang, Indonesia lebih dulu dijajah oleh belanda dalam kurun waktu kurang lebih 350 tahun. Lalu kemudian giliran Jepang yang menjajah tanah air selama 3,5 tahun.

Meskipun masa penjajahan Jepang lebih singkat dibandingkan zaman Belanda, tetapi Penjajahan Jepang ini lebih kejam dibandingkan penjajahan Belanda.

Berikut 4 Kekejaman Jepang Paling Tak Manusiawi :

1. Kanibalisme.


Hal itu dibuktikan dengan sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Universitas Melbourne. Begini pernyataannya: “Salah satu pernyataan seorang letnan Australia menjelaskan bagaimana ia menemukan sisa-sisa dari potongan tubuh, termasuk kepala yang sudah dikuliti dan bagian tulang belakang. Dalam beberapa kasus, kondisi jasad sudah tidak berupa lagi sehingga tidak ada keraguan lagi kalau mayat tersebut sudah dipotong-potong dan bagian dagingnya sudah dimasak

2. Eksperimen Tak Manusiawi Terhadap Wanita Hamil.


Di tempat yang disebut unit 731, tahanan perempuan yang sebagian besar berasal dari China, diperkosa dan dibuat hamil untuk jadi bahan percobaan. Kemudian ibu hamil akan diinfeksi dengan penyakit sifilis untuk mengetahui apakah anak dalam kandungannya ikut terjangkit atau tidak.

Para ibu bahkan suka dibedah hidup-hidup dengan bayi masih di dalam untuk mempelajari efek dari penyakit rahim. Tidak ada anestesi atau obat bius yang digunakan. Mereka diperlakukan oleh Jepang dengan sangat tidak manusiawi.

3. Amputasi.

Ketika tentara Jepang mencurigai seseorang sebagai mata-mata, mereka tak akan segan-segan untuk menyiksa mata-mata tersebut. Seperti penduduk Filipina ini yang jadi mata-mata AS dan Inggris yang diamputasi oleh tentara Jepang tapi dibiarkan tetap hidup.

Pertama-tama, tentara Jepang akan memotong bagian tangannya, mungkin selanjutnya bagian kaki lalu telinga. Untuk menghentikan pendarahan, tentara Jepang biasanya akan membakar tangan korban. Setelah selesai, mereka tetap dibiarkan hidup dan dipenjara untuk disiksa lebih lanjut.

4. Dikubur Hidup-Hidup.

Tentara Jepang yang menghuni pulau-pulau kecil di kepulauan Solomon dan Mariana, di Pasifik Selatan, bisa dibilang mereka sangat brutal dan sadis. Dilaporkan mereka pernah mengubur hidup-hidup tentara Amerika. Dalam kasus yang lebih mengerikan, tubuh korban dari ujung kaki sampai leher akan dikubur, sementara bagian kepalanya saja yang dibiarkan ada di permukaan. Korban tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu hewan buas memakan kepalanya. (ALDI)

Sumber : instagram wowcreppy_id

LEAVE A REPLY