Jumlah Prabu Siliwangi Sebenarnya

Jumlah Prabu Siliwangi Sebenarnya

0
BERBAGI
Photo Prabu Siliwangi by : journeytotell.files.wordpress.com

KataMedia.co –Masyarakat Sunda menyakini bahwa Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja, yaitu raja Kerajaan Pajajaran. Prabu Siliwangi pun sudah menjadi identitas bagi masyarakat Sunda. Ahli bahasa sekaligus peneliti sejarah Sunda dan guru besar arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ayatrohaedi memiliki pendapat yang berbeda perihal siapa sebenarnya Parbu Siliwangi. Ia meluruskan bahwa nama kerajaan sebenarnya adalah Sunda sedangkan Pajajaran, lengkapnya Pakwan Pajajaran atau di artikan Ibu Kota.

Ia telah  meneliti  naskan Wangsakerta dari kota Cirebon sejak akhir 1970-an, naskah berbahasa Cirebon ini ditulis selama 21 tahun (1677-1698) dengan aksara Jawa dan tebal tiap buku atau jilid sekitar 200 halaman. Para penyusunnya menjelaskan bahwa naskah Wangsakerta adalah “buku induk” sejarah Nusantara untuk menjadi pedoman bagi mereka semua yang ingin mengetahui riwayat dan kisah tanah kelahiran para nenek moyang mereka.

“Dalam kaitannya dengan tokoh Prabu Siliwangi, naskah itu bagiku merupakan pembuka jalan untuk memasuki kegelapan mengenai tokoh itu,” kata Ayat dalam memoarnya, 65=67: Catatan Acak-acakan dan Cacatan Apa Adanya. Dikutip dari historia.id

Dalam naskah tersebut, Ayat mengatakan bahwa sebenarnyaraja Sunda yang bernama Prabu Siliwangi itu tidak ada. Nama tersebut adalah julukan bagi para raja Sunda yang menggantikan Prabu Wangi yang gugur di Bubat. Prabu Wangi sendiri mamiliki nama asli yakni Prabu Linggabhuwana atau dalam Carita Parahiyangan disebut Prabu Maharaja.

Masyarakat memberikan julukan Prabu Wangi kepada dirinya, dikarenakan ketegarannya untuk mempertahankan harga diri Sunda akibat kelicikan Mahapati Gajah Mada bersama semua pengiring, pengawal dan putrinya yang bernama Dyah Pitaloka. Mereka gugur dalam pertempuran melawan Majapahit pada 1357. Julukan wangi atau harum tersebut diberikan sebagai rasa hormat terhadap semua jasa dan pengabdian sang raja dari para masyarakat.

“Lalu, raja-raja sesudahnya dikenal sebagai Prabu Siliwangi yang maksudnya asilih prabu wangi atau ‘menggantikan Prabu Wangi’,”kata Ayat. Menurutnya, ada beberapa raja Sunda yang menggantikan Prabi Wangi dari hasil penelitian naskah Wangsakerta dan Carita Parahiyangan memiliki catatan yang sama yakni adanya delapan raja. “Di sinilah aku berbeda paham dengan sejawat peneliti sejarah Sunda. Mereka hanya mengakui Sri Baduga Maharaja (1482-1521) sebagai Prabu Siliwangi, sementara aku mengakui ada delapan orang raja berjuluk Prabu Siliwangi. Sama dengan kepercayaan orang Jawa yang menganggap bahwa ada lima raja bernama Prabu Brawijaya,” tambahnya . (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.